Panic buying bahan bakar minyak (BBM) melanda sejumlah negara di dunia termasuk Indonesia akibat perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang memicu lonjakan harga minyak dunia. Setelah penutupan Selat Hormuz, semakin menambah kekhawatiran pasokan minyak sehingga mendorong masyarakat di berbagai negara berbondong-bondong mengisi penuh tangki kendaraan (cnnindonesia.com, 05-03-2026).
Seperti yang terjadi di Kota Medan. Sejumlah SPBU telah diserbu oleh warga pada Jumat pagi. Antrean panjang antara lain terjadi di sejumlah SPBU di Jalan HM Yamin, Merak Jingga, Pancing, Cemara, dan Gatot Subroto (kompas.id, 06-03-2026).
Menanggapi kekhawatiran masyarakat, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa saat ini status cadangan BBM nasional tercatat tahan selama 23 hari, masih di bawah standar Badan Energi Nasional atau International Energy Agency (IEA) 90 hari cadangan minyak mentah atau produk BBM. Namun, di sisi lain Bahlil memutuskan untuk mengalihkan sekitar 25% dari total minyak mentah yang diimpor dari Timur Tengah. Salah satunya, Indonesia akan mulai mengimpor minyak mentah dan BBM dari Amerika Serikat (AS) (bloombergtechnoz.com, 06-03-2026).
Ketergantungan Ekonomi, Bentuk Penjajahan Gaya Baru
Melihat fenomena perang AS-Israel vs Iran yang mengancam pasokan BBM ke sejumlah negara di dunia termasuk Indonesia, telah mengakibatkan terjadinya panic buying BBM. Beberapa warga berbondong-bondong mengisi tangki kendaraan karena khawatir terjadi kelangkaan BBM. Hal ini menunjukkan bahwa sumber energi sangat berpengaruh terhadap sektor ekonomi.
BBM adalah komoditas strategis yang penting dalam sebuah negara. Hampir seluruh sendi kehidupan pasti membutuhkannya. Mulai dari faktor produksi hingga distribusi kebutuhan pokok sangat bergantung pada ketersediaan BBM. Oleh karena itu, jika terjadi kelangkaan sumber daya energi, maka bisa dipastikan akan menimbulkan gejolak ekonomi, sosial dan politik.
Harga kebutuhan pokok di pasaran akan mengalami kenaikan secara signifikan. Ketika rakyat tidak mampu membeli, akan menimbulkan ketegangan sosial hingga muncul tindak kriminalitas. Pencurian, perampokan, hingga tindak kekerasan bahkan pembunuhan akan semakin marak. Tidak hanya itu saja, ketegangan politik juga akan dirasakan oleh rakyat.
Kondisi demikian menunjukkan bahwa kedaulatan energi menjadi faktor penting untuk stabilitas politik ekonomi suatu negara. Terlebih negara yang menggantungkan pasokan energi dari negara lain akan rentan mengalami goncangan. Apalagi negara pengekspor energi tengah mengalami konflik global. Negara impor akan kesulitan dalam membuat kebijakan dalam negeri karena kondisi ekonominya dipengaruhi oleh permainan pasar global dan kondisi kepentingan antar negara besar.
Kondisi lemahnya kedaulatan Negara Indonesia tidak terlepas dari pengaruh Sistem Kapitalisme yang menguasai dunia internasional. Negara-negara besar yang bermain di dalamnya akan menguasai permainan pasar global. Negara besar pengemban Sistem Kapitalisme dan pemilik modal besar cenderung mengeksploitasi sumber daya energi dari negara-negara lemah seperti Indonesia untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya secara ekonomi. Kapitalisme akan menciptakan ketergantungan energi bagi negara-negara yang memiliki sumber daya energi besar sebagai alat penjajahan baru dari segi ekonomi.
Fenomena panic buying BBM disejumlah negara-negara di dunia menunjukkan bahwa negara kapitalis tidak hanya menjadikan energi sebagai komoditas ekonomi tetapi juga sebagai alat penjajahan gaya baru yang semakin melemahkan kedaulatan energi negara impor. Dengan demikian bagaimana sebuah negara mampu menciptakan kedaulatan energi secara mandiri?
Islam Menjamin Kedaulatan Energi
Sumber daya energi adalah salah satu kebutuhan strategis bagi sebuah negara. Karena sumber daya energi adalah salah satu penopang utama aktifitas ekonomi dan kehidupan masyarakat. Oleh karena itulah, sumber daya energi tidak boleh dikuasai oleh individu maupun negara lain. Negara harus mengelolanya dan mengembalikan hasil pengelolaan kepada rakyat. Sehingga setiap individu rakyat dapat merasakan kemanfaatannya.
Rasulullah bersabda:
"Kaum Muslim berserikat dalam tiga perkara, yaitu , air, padang rumput (hutan), air, dan api (energi)." (HR Abu Dawud dan Ahmad).
Hadits di atas menegaskan bahwa sumber daya energi termasuk barang tambang seperti minyak adalah kepemilikan umum. Sehingga perlu adanya pengaturan sehingga kemanfaatan energi bisa dirasakan oleh setiap individu rakyat.
Negara dalam slam berperan sebagai Raa'in yakni pengurus urusan rakyat. Negara wajib mengelola sumber daya energi secara langsung dan mendistribusikan hasil pengelolaan kepada individu rakyat. Seperti penyediaan energi dengan harga terjangkau atau membangun layanan publik dengan biaya dari hasil pengelolaannya.
Umat Islam seharusnya sadar bahwa negeri-negeri muslim memiliki cadangan sumber daya energi yang melimpah. Mulai dari minyak bumi, gas alam, hingga mineral. Dengan pengelolaan sesuai dengan syari'at Islam akan mampu mengembalikan hak kepemilikan ke tangan rakyat sehingga seluruh rakyat hidup sejahtera. Oleh karena itu, penjajahan kapitalisme global yang mengeruk kekayaan negeri-negeri Islam harus dihentikan. Satu-satunya jalan untuk dapat menghentikan hegemoni Sistem Kapitalisme adalah hanya Sistem Islam yakni Khilafah.
Wallahu a'lam bisshawab

No comments:
Post a Comment