(Aktivis Muslimah Balikpapan)
Kabupaten Kutai Kartanegara dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya sumber daya alam di Kalimantan Timur. Wilayah ini memiliki potensi tambang, perkebunan, serta berbagai kekayaan alam lain yang seharusnya mampu menjadi modal besar bagi pembangunan daerah. Namun di tengah kekayaan tersebut, masih terdapat persoalan mendasar yang belum terselesaikan, salah satunya dalam sektor pendidikan.
Sejumlah laporan menunjukkan bahwa kondisi infrastruktur pendidikan di wilayah ini masih menghadapi berbagai tantangan. Beberapa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dilaporkan mengalami keterbatasan ruang belajar. Selain itu, fasilitas penunjang pendidikan juga masih minim. Bahkan terdapat persoalan legalitas lahan yang menghambat proses rehabilitasi bangunan sekolah.
Kondisi tersebut tentu menjadi ironi tersendiri. Bagaimana mungkin daerah yang dikenal kaya akan sumber daya alam justru masih menghadapi kesulitan dalam menyediakan fasilitas pendidikan yang layak bagi generasinya?
*Sekolah Dalam Paradigma Kapitalis*
Fakta ini menunjukkan bahwa kekayaan alam tidak otomatis menjamin kesejahteraan masyarakat jika pengelolaannya tidak dilakukan dengan baik. Dalam sistem yang berjalan saat ini, sering kali pembangunan tidak benar-benar berorientasi pada kebutuhan mendasar rakyat. Padahal pendidikan merupakan salah satu kebutuhan paling penting dalam kehidupan masyarakat.
Sekolah bukan sekadar tempat belajar membaca, menulis, atau berhitung. Lebih dari itu, sekolah merupakan tempat pembentukan karakter dan kualitas generasi masa depan. Di ruang-ruang kelas itulah generasi dibentuk, diarahkan, dan dipersiapkan untuk menghadapi kehidupan di masa yang akan datang.
Ketika fasilitas pendidikan masih terbatas, tentu hal ini akan berdampak pada kualitas pembelajaran. Keterbatasan ruang belajar dapat menyebabkan proses belajar mengajar tidak berjalan optimal. Kurangnya fasilitas penunjang juga dapat menghambat siswa untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.
Lebih jauh lagi, persoalan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan sarana dan prasarana. Banyak aspek lain yang juga perlu diperhatikan, seperti kualitas kurikulum, kesejahteraan guru, serta sistem pendidikan secara keseluruhan. Jika masalah dasar seperti fasilitas sekolah saja belum mampu diselesaikan dengan baik, maka sulit berharap akan lahir generasi unggul yang mampu menghadapi tantangan zaman.
Padahal masa depan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas generasinya. Generasi yang memiliki ilmu, karakter, dan visi yang kuat akan mampu membawa perubahan besar bagi masyarakatnya. Sebaliknya, jika generasi tumbuh dalam sistem pendidikan yang lemah, maka dampaknya akan terasa dalam berbagai aspek kehidupan sosial.
Karena itu, perhatian terhadap pendidikan seharusnya menjadi prioritas utama dalam pembangunan. Negara dan pemerintah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa setiap anak mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkualitas.
*Pendidikan Dalam Islam*
Dalam perspektif Islam, pendidikan justru memiliki posisi yang sangat mulia. Islam memandang ilmu sebagai salah satu kunci utama kemuliaan manusia. Tidak heran jika wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ adalah perintah untuk membaca.
Allah Swt. berfirman:
“Iqra' bismi rabbika alladzi khalaq.”
“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.”
(QS. Al-'Alaq: 1)
Ayat ini menjadi landasan penting yang menunjukkan bahwa Islam sangat menekankan pentingnya ilmu pengetahuan. Bahkan dalam banyak hadis disebutkan bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap Muslim.
Perhatian Islam terhadap pendidikan tidak hanya berhenti pada tataran konsep, tetapi juga diwujudkan dalam praktik nyata dalam sejarah peradaban Islam. Pada masa Rasulullah ﷺ, para sahabat dididik dengan ilmu dan akhlak sehingga mampu menjadi generasi terbaik yang pernah ada dalam sejarah manusia.
Setelah masa Rasulullah, perhatian terhadap ilmu semakin berkembang pada masa para khalifah. Negara secara aktif mendukung kegiatan pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Berbagai pusat ilmu didirikan, perpustakaan berkembang pesat, dan para ilmuwan mendapatkan dukungan untuk melakukan penelitian.
Salah satu contoh yang terkenal adalah Baitul Hikmah di Baghdad pada masa Kekhalifahan Abbasiyah. Lembaga ini menjadi pusat penerjemahan dan penelitian ilmiah yang sangat maju pada masanya. Di tempat ini, berbagai karya ilmiah dari berbagai peradaban diterjemahkan dan dikembangkan sehingga melahirkan banyak ilmuwan besar.
Selain itu, berbagai lembaga pendidikan dan perpustakaan juga berkembang di berbagai wilayah dunia Islam. Kota-kota seperti Baghdad, Cordoba, dan Damaskus menjadi pusat ilmu pengetahuan yang menarik pelajar dari berbagai penjuru dunia.
Semua kemajuan tersebut tidak terlepas dari peran negara yang menjadikan pendidikan sebagai salah satu prioritas utama. Negara menyediakan berbagai fasilitas pendidikan yang memadai serta mendukung kegiatan ilmiah secara serius.
Sistem ekonomi dalam Islam juga memungkinkan negara memiliki sumber pemasukan yang cukup untuk membiayai berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk pendidikan. Pemasukan negara berasal dari berbagai sumber seperti kharaj, jizyah, ghanimah, serta pengelolaan kepemilikan umum seperti sumber daya alam.
Dengan pengelolaan yang benar, kekayaan alam dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan rakyat secara luas, termasuk dalam menyediakan fasilitas pendidikan yang berkualitas.
Jika menengok kembali kondisi saat ini, persoalan pendidikan yang masih terjadi seharusnya menjadi bahan evaluasi bersama. Pendidikan tidak boleh dipandang sebagai sektor yang sekadar dilengkapi seadanya. Pendidikan adalah fondasi masa depan bangsa.
Generasi yang berkualitas tidak lahir secara tiba-tiba. Mereka dibentuk melalui sistem pendidikan yang baik, lingkungan yang mendukung, serta perhatian serius dari negara dan masyarakat.
Oleh karena itu, pembangunan pendidikan seharusnya tidak hanya berhenti pada program-program jangka pendek atau sekadar proyek pembangunan fisik. Yang lebih penting adalah membangun sistem pendidikan yang benar-benar mampu mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kontribusi besar bagi masyarakat.
Sejarah peradaban Islam telah menunjukkan bahwa ketika pendidikan mendapatkan perhatian serius, maka lahirlah generasi unggul yang mampu membawa kemajuan besar bagi dunia. Warisan ilmiah dari peradaban Islam bahkan masih menjadi rujukan hingga saat ini.
Dengan demikian, persoalan pendidikan yang masih terjadi hari ini seharusnya menjadi momentum untuk melakukan perbaikan yang lebih mendasar. Pendidikan harus ditempatkan sebagai kebutuhan utama yang tidak boleh diabaikan.
Generasi masa depan tidak boleh menjadi korban dari sistem yang gagal memberikan perhatian serius terhadap pendidikan. Sebaliknya, mereka harus dipersiapkan dengan sistem terbaik agar mampu menjadi generasi yang membawa kemajuan dan kebaikan bagi masyarakat.
Karena pada akhirnya, kualitas suatu bangsa tidak ditentukan oleh banyaknya sumber daya alam yang dimiliki, tetapi oleh kualitas manusia yang mengelolanya. Dan kualitas manusia itu lahir dari pendidikan yang baik.
Wallahu a'lam bish showab.

No comments:
Post a Comment