-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Board of Peace, Menoreh Luka untuk Palestina

Friday, March 6, 2026 | March 06, 2026 WIB Last Updated 2026-03-07T06:32:13Z


Oleh: Lilik Setiawati 

(Muslimah Peduli Generasi)


Pada kunjungannya ke Davos, Swiss Presiden Prabowo Subianto pada 20 Januari 2026, mengumumkan keputusan Indonesia bergabung dengan Board of Peace (BoP). Board of Peace adalah dewan perdamaian yang merupakan organisasi dibentuk oleh Donald Trump presiden Amerika Serikat. Bertujuan untuk mempromosikan perdamaian di seluruh dunia yang bertugas mengawasi perdamaian di Gaza. (abc.net.au/Indonesia, 30/1/2026).


Lebih dari 20 negara bergabung dengan Board of Peace, namun Palestina sendiri tidak diundang dalam  Board of Peace yang bertujuan untuk perdamaian itu. Pertanyaannya, Board of Peace dibentuk untuk perdamaian di Gaza secara riil atau malah memperkuat kedudukan penjajah di Palestina. Parahnya Indonesia membayar 1 miliar dolar (Rp 17 triliun) hanya untuk menjadi anggota tetap di Board of Peace. Pada saat yang sama, Indonesia ditimpa bencana longsor dan banjir di  berbagai wilayah di Sumatera. Masyarakat yang terdampak bencana sangat membutuhkan bantuan untuk makan, sandang dan perbaikan tempat tinggal.


Para ahli dan kritikus mengatakan bahwa Trump mencoba mengarahkan Board of Peace untuk menjadi alternatif dimana hanya dia yang memiliki hak veto, terhadap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa - Bangsa. Board of Peace dibentuk sebagai proyek top-down untuk menegaskan kendali Trump atas urusan global. Trump sendiri mengatakan bahwa Board of Peace mungkin akan menggantikan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan membela reputasinya.


Board of Peace adalah bentuk penjajahan gaya baru (neoimperialisme) atau penjajahan melalui komite, untuk mendorong pelecutan senjata di Gaza, termasuk terhadap Hamas dengan dalih stabilisasi. Sementara itu pihak Israel dilaporkan tetap bersenjata lengkap. Fakta ini menciptakan ketimpangan keamanan yang ekstrim. Organisasi ini diragukan, terutama karena strukturnya yang belum jelas dan keraguan internasional terhadap tujuannya. Sementara narasi resmi menyebutkan Board of Peace dinilai sebagai mekanisme untuk memaksa tanduknya Gaza dibawah kendali Amerika Serikat, yang dikemas dalam bentuk perdamaian dan pembangunan kembali atas Gaza.


Dari sini dapat dipahami bahwa Board of Peace dibentuk bukan untuk perdamaian Palestina. Namun ada sebuah  kepentingan yang terselubung dari Amerika Serikat dan zionis Yahudi. Sebab pada kenyataannya zionis Israel laknatullah masih menjatuhkan 

rudal-rudal, bom diatas langit bumi Palestina. Guna melakukan genosida kembali kepada penduduk Palestina. Badan perdamaian dibentuk hanya untuk kepentingan geopolitik dan ekonomi Amerika Serikat. Sama jahat dan liciknya seperti zionis Israel. Trump ingin menguasai Gaza, mengusir penduduknya, dan membangun Gaza Baru yang berisi gedung-gedung pencakar langit, wisata pantai, bandara dan menara apartemen.


Seharusnya Presiden Prabowo menolak tegas atas undangan Trump untuk bergabung dalam organisasi Board of Peace. Tetapi justru Indonesia bergabung di dalamnya. Sebagai muslim yang beriman dan bertakwa, kita wajib membela Palestina sebagai saudara seiman dan bentuk rasa kemanusiaan kepada sesama manusia. Jeritan memilukan anak-anak kecil dan tangisan para ibu yang menjadi korban genosida masih terus  terjadi. Bayi-bayi mungil tak berdosa menjadi korban kebiadaban Israel, membuktikan mereka tidak punya rasa kemanusiaan.


Bergabungnya Indonesia di Board of Peace dan keberadaan negara-negara muslim, sejatinya hanya menjadi pelengkap legitimasi. Board of Peace adalah alat untuk merealisasikan rencana Trump atas Gaza.


Semua itu merupakan pengkhianatan terhadap muslim Gaza. Bagi seorang muslim haram hukumnya dan tercela mendukung kezaliman Amerika. Sebagaimana firman Allah SWT,

"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman setiamu. Sebagian mereka menjadi teman setia bagi sebagian yang lain. Siapa diantara kamu yang menjadikan mereka teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim” (TQS. Al- Maidah: 51).


Palestina tidak butuh Board of Peace maupun rencana Amerika Serikat. Palestina membutuhkan pembebasan dari pendudukan zionis. Keserakahan mereka harus diakhiri dengan mengusirnya dari bumi Palestina. 


Perdamaian hakiki bagi Palestina hanya akan terwujud jika zionis diusir dari wilayah Palestina. Satu-satunya jalan untuk mewujudkan hal ini adalah jihad dan tegaknya institusi Islam (Khilafah). Sebab dengan  tegaknya kembali institusi Islam, yang mampu mengomando jihad akbar untuk membebaskan Palestina dari segala bentuk penjajahan zionis Israel laknatullah maupun Amerika Serikat. Tidak hanya itu saja, Khilafah akan membebaskan Palestina, juga akan menghancurkan segala bentuk penjajahan di negeri-negeri kaum muslim.


Negeri-negeri muslim tidak boleh bersekutu dengan negara kafir harbi fi'lan yang tengah memerangi muslim Palestina (Amerika Serikat dan zionis).

Negeri-negeri muslim harus segera bersatu mengusir penjajah dari bumi Palestina.

Khilafah akan menjadi junnah (perisai) bagi umat Islam. Rahmatan lil alamin akan terwujud ketika  Islam tegak di bawah naungan Khilafah yang menerapkan syariat Islam secara Kaffah. 

Wallahualam bishowab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update