Oleh Fina Fadilah Siregar (Aktivis Muslimah)
Israel diyakini menggunakan senjata termal dan termobarik untuk membunuh ribuan warga di Jalur Gaza, Palestina. Senjata ini membuat jasad seolah menguap atau hilang tanpa jejak.
Dalam laporan investigasi Al Jazeera berjudul "The Rest of the Story", setidaknya ada 2.842 warga Palestina yang hilang sejak agresi dimulai pada Oktober 2023.
Yasmin Mahani, seorang ibu yang tinggal di Gaza City, adalah satu dari ribuan warga Gaza yang menjadi saksi bagaimana manusia hilang tanpa jejak setelah serangan Israel.
Pada dini hari tanggal 10 Agustus 2024, Mahani menyusuri reruntuhan sekolah Al Tabin yang masih berasap usai digempur Israel. Ia mencari anak dan suaminya yang berada di lokasi ketika serangan terjadi.
Di sana, Mahani berhasil menemukan suaminya. Akan tetapi, tak ada jejak putranya, Saad. Mahani mencari ke sana ke mari, dari rumah sakit hingga pemakaman, namun hasilnya nihil. Saad tak ada di manapun.
"Kami tidak menemukan apa pun dari Saad. Bahkan tidak ada jenazah untuk dimakamkan. Saya masuk ke masjid dan mendapati diri saya hanya menginjak daging. Penggunaan senjata termobarik oleh Israel menunjukkan kebiadaban modern dan tak berperikemanusiaan. Semakin jelas bahwa yang dilakukan oleh Israel adalah genosida," ucapnya kepada Al Jazeera, dalam 'The Rest of the Story'. (CNN Indonesia, 14/2/2026).
Di sisi lain, Israel terus menyerang Gaza meski sedang gencatan senjata. Banyak korban perempuan dan anak, baik terluka bahkan kehilangan nyawa.
Penggunaan senjata termobarik oleh Israel menunjukkan kebiadaban modern dan tak berperikemanusiaan. Semakin jelas bahwa yang dilakukan oleh Israel adalah genosida. Gempuran dan serangan yang dilakukan Israel menyasar warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. Meski dunia tahu hal ini adalah pelanggaran HAM, namun tak ada yang mampu menghentikan.
Negeri-negeri muslim yang sejatinya membela Palestina, hanya diam seribu bahasa tanpa perlawanan. Negeri-negeri muslim malah menganggap Israel adalah kawan, bukan musuh. Seolah-olah mereka ridha bila warga Palestina terus dibantai tanpa ampun.
Dalam hal ini, kejahatan Israel jelas tak bisa ditolerir dan diberikan solusi damai. Kerusakan yang dilakukan melampaui batas dan harus dihentikan dengan jihad oleh tentara kaum muslimin.
Oleh sebab itu, hukum jihad harus dipahami dan diterapkan. Hal ini membutuhkan kesatuan kekuatan kaum muslimin seluruh dunia untuk berperang melawan Israel demi kebebasan Palestina.
Tegaknya kepemimpinan Islam sangat dibutuhkan untuk menyatukan kekuatan kaum muslimin di seluruh dunia. Karena itu, perjuangan menegakkan sistem Islam dan kepemimpinan Islam sangat penting, yaitu dengan melakukan aktivitas dakwah di tengah-tengah umat. Tanpa persatuan umat muslim dalam berperang melawan Israel, derita tiada akhir akan terus menimpa para perempuan dan anak-anak Palestina.
Wallahu a'lam bishsowaab.

No comments:
Post a Comment