Peristiwa penembakan di Pantai Bondi, Sydney, pada 14 Desember 2025, telah menewaskan belasan orang dan melukai puluhan lainnya. Tragedi ini terjadi di tengah luka global yang belum sembuh akibat genosida di Gaza, Palestina. Karena itu, peristiwa Bondi tidak dapat dilepaskan dari konteks politik internasional yang sarat dengan kepentingan, propaganda, dan standar ganda terhadap kejahatan kemanusiaan.
Islam memandang setiap hilangnya nyawa manusia sebagai perkara besar. Allah SWT berfirman:
مَن قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا
“Barang siapa membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu membunuh orang lain atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan ia telah membunuh seluruh manusia.” (TQS. Al-Ma’idah: 32)
Ayat ini menegaskan bahwa Islam tidak pernah membenarkan pembunuhan terhadap warga sipil. Namun pada saat yang sama, Islam juga melarang umatnya tertipu oleh narasi yang sengaja dibangun untuk menutupi kejahatan yang lebih besar.
Akar Masalah: Sekularisasi dan Kapitalisasi
Tragedi seperti Bondi tidak bisa dilepaskan dari sistem sekular-kapitalistik yang menguasai dunia hari ini. Sekularisasi memisahkan agama dari kehidupan publik sehingga keadilan tidak lagi diukur dengan halal-haram, benar-salah, melainkan untung-rugi politik. Akibatnya, genosida di Gaza bisa berlangsung terbuka tanpa sanksi berarti, sementara peristiwa lain segera dipolitisasi untuk menekan kelompok tertentu.
Allah SWT telah mengingatkan bahaya ketidakadilan sistemik ini:
وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ عَلٰٓى اَلَّا تَعْدِلُوْاۗ اِعْدِلُوْاۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىۖ
“Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa." (TQS. Al-Ma’idah: 8)
Kapitalisasi menjadikan tragedi sebagai komoditas. Ketakutan dijual, kebencian diproduksi, dan kekerasan dijadikan alasan untuk memperluas kontrol, industri senjata, serta penindasan terhadap umat Islam. Inilah wajah dunia yang kehilangan kompas moral karena menyingkirkan wahyu dari pengaturan kehidupan.
Rasulullah ﷺ telah mengingatkan:
“Akan datang kepada manusia suatu zaman, di mana yang mereka pedulikan hanyalah perutnya, dan agama menjadi perkara yang ringan.” (HR. Al-Hakim)
Solusi Islam: Kesadaran Politik dan Sistem yang Adil
Islam tidak berhenti pada kecaman emosional. Islam menawarkan solusi yang menyentuh akar masalah.
Membangun Kesadaran Politik Islam (Wa’yu Siyâsi). Umat Islam diperintahkan untuk cerdas membaca realitas, tidak reaktif, dan tidak menjadi alat propaganda pihak zalim. Allah menegaskan:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِن جَآءَكُمۡ فَاسِقُۢ بِنَبَإٖ فَتَبَيَّنُوٓاْ أَن تُصِيبُواْ
“Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti.” (TQS. Al-Hujurat: 6)
Menolak Kriminalisasi Islam dan Umatnya
Islam tidak bertanggung jawab atas kejahatan yang justru lahir dari konflik buatan, imperialisme, dan manipulasi global. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Seorang Muslim adalah orang yang kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Menegakkan Sistem Islam yang Menjaga Jiwa Manusia
Islam meletakkan perlindungan jiwa (hifzh an-nafs) sebagai salah satu tujuan utama syariat. Negara dalam Islam wajib mencegah kezaliman, bukan melindunginya demi kepentingan politik.
“Imam (pemimpin) adalah pengurus rakyat dan ia bertanggung jawab atas rakyatnya.” (HR. Bukhari)
Membela Palestina dengan Cara yang Tidak Merusak Perjuangan
Islam memerintahkan pembelaan terhadap kaum tertindas, namun dengan cara yang tidak memberi legitimasi bagi penjajah. Allah memperingatkan:
وَمَا لَكُمْ لَا تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ
“Dan mengapa kamu tidak berperang di jalan Allah dan membela orang-orang yang lemah…?” (TQS. An-Nisa: 75)
Khatimah
Peristiwa Bondi adalah tragedi, namun lebih tragis lagi jika ia digunakan untuk menutupi genosida, membungkam kebenaran, dan menghidupkan kembali islamofobia global. Selama dunia masih tunduk pada sekularisasi yang mematikan nurani dan kapitalisasi yang menghisap darah manusia, keadilan sejati akan terus menjauh.
Islam hadir bukan sebagai sumber masalah, melainkan sebagai solusi peradaban—yang memadukan keadilan, akal sehat, dan wahyu.
Wallaahu a'lam bish-showab

No comments:
Post a Comment