-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

NEGARA INI LEBIH TAKUT PIRING KOTOR, DARIPADA OTAK KOSONG.

Friday, February 13, 2026 | February 13, 2026 WIB Last Updated 2026-02-13T15:27:31Z


Oleh: Siti Julianti, S.Si


Miris sekali nasib yang dialami oleh guru-guru dan tenaga pendidik yang ada di Indonesia tercinta ini. Bagaimana tidak, pengabdiannya yang sangat luar biasa dalam upaya mencerdaskan anak bangsa seakan tak dihargai oleh negara, Pemimpin hari ini lebih fokus mengurusi perut individu dan menjamin para pejabatnya hidup mewah.


Fakta ini nampak jelas bagaimana pemimpin negeri ini memperlakukan tenaga pendidik, mereka di paksa ikhlas menerima gaji ratusan ribu setiap bulannya, sedangkan pencuci piring pada program MBG dihargai lebih tinggi sekitar 2,7jt/bulan nya, dan 3jt bagi pengantar makanan tersebut.


Padahal harus kita ingatkan kembali bahwa program makan gratis ini telah mengambil sebagian dari dana pendidikan. Dikutip dari detik.com (25/30/25) bahwa dari anggaran pendidikan tahun 2026, program MBG memakan dana Rp 223 triliun dari total anggaran pendidikan Rp 769,1 triliun. Adapun total anggaran MBG mencapai Rp 335 triliun. Sebanyak Rp 223 triliun dari anggaran MBG diambil dari sektor pendidikan, setara 66% alias nyaris 70%.


Angka yang sangat fantastis, yang apabila semuanya dialokasikan pada hal-hal yang lebih bermanfaat dapat mensejahterakan Guru dan tenaga pendidik serta memberikan fasilitas terbaik bagi dunia pendidikan, kebodohan akan terhapus dari bumi Indonesia tercinta ini seandainya pemimpin memahami itu.


Namun sekali lagi, pemimpin hari ini lebih takut piring kotor dibandingkan otak kosong. Mereka tidak berniat sedikitpun untuk mencerdaskan anak bangsa dan mensejahterakan masyarakatnya. 

Masyarakat dipaksa menerima segala kebijakan zalim yang mereka buat. 


Dengan keadaan mirisnya pendidikan Indonesia saat ini, maka sudah saatnya kita "tidak lagi berharap pada sistem demokrasi" yang rusak ini.

Kita pernah punya peradaban yang luar biasa dalam mengayomi masyarakat dan menciptakan generasi-generasi muda yang cerdas dari segi ilmu dunia dan agama, yaitu sistem pemerintahan Islam dalam naungan daulah Islam.


Pemimpin dalam Islam, akan senantiasa memperhatikan kesejahteraan masyarakatnya dan mengutamakan pendidikan. Khalifah sebutannya, akan cerdas dalam membuat program-program yang bermutu dan berkualitas untuk kemaslahatan masyarakat, sehingga semuanya dapat hidup tenang dan bahagia.


Sejarah juga telah mencatat bagaimana dahulu pada masa Umar bin Khattab seorang guru di gaji sebesar 15dinar per bulan yang apabila di rupiahkan pada zama ini yaitu sekitar 191juta/bln. 


Belum lagi kita dapati sejarah lain pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang semua masyarakat nya sejahtera hingga tidak ada yang berhak menerima zakat. Masyaallah, sungguh sistem yang indah dan luar biasa. Maka saatnya kita mengganti aturan rusak kapitalisme ini dengan aturan islam, sebab Allah berjanji : Jika penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, Allah SWT akan melimpahkan berkah dari langit dan bumi berupa rezeki, hujan, tanaman subur, binatang ternak, rasa aman, dan kesejahteraan lahir batin, namun jika mereka mendustakan ayat-ayat Allah, maka akan disiksa karena perbuatannya.( Al-Qur'an Surat Al-A'raf ayat 96.)


Wallahu alam bishawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update