-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

MBG Program Populis Kapitalistik Tak Mampu Hilangkan Ancaman Stunting, Hanya Sistem Islam Solusi Hakiki Atasi Stunting.

Friday, February 13, 2026 | February 13, 2026 WIB Last Updated 2026-02-13T15:06:11Z


Oleh:Kiki Puspita


Program MBG yang menjadi Program unggulan pemerintah sudah berjalan setahun. Namun dalam perjalanan Program MBG yang digadang-gadang pemerintah dapat mengatasi masalah stunting pada anak sampai saat ini banyak menuai permasalahan.



Mulai dari program MBG yang dijalankan saat libur sekolah. Hal ini menuai sorotan dari beberapa pihak seperti Komnas Perlindungan Anak Surabaya. Ketua Komnas Bapak Syaiful Bachri menyoroti rendahnya kemungkinan anak datang ke sekolah untuk mengambil MBG. Apalagi sebagainya siswa memanfaatkan libur untuk mengikuti kegiatan lain di luar rumah.(detik..com/jatim/berita).



Wakil ketua Komisi lX DPR Charles Hinoris juga mengusulkan agar pelaksanaan MBG di masa libur sekolah dievaluasi. Menurutnya, anggaran MBG pada periode tersebut dapat dialihkan untuk kebutuhan yang lebih mendesak seperti membantu korban bencana di Sumatera ''Alih-alih memaksakan program di masa yang kurang relevan Bukankah lebih bijak bila anggaran tersebut dialihkan untuk merespon kebutuhan mendesak lainnya?" kata Charles pada wartawan, Senin 22/11/2025. (KONTAN..CO.ID).



Disisi pelaksanaan program, Kementerian Keuangan mencatat realisasi belanja program MBG hingga akhir November 2025 telah mencapai 52,9 triliun atau baru terserap 74,6% dari target pagu APBN 2025 yang ditetapkan sebesar Rp.71 triliun dan telah menjangkau RP.50,7 juta penerima manfaat, dari total target sebanyak 82,9 juta penerima. (detik..com).



Ditambah lagi masalah Keracunan massal MBG di berbagai tempat dan ompreng mengandung babi. Keberadaan Satuan Pemenuhan Palayanan Gizi (SPGG) tak sesuai standar dan bahkan dinilai hanya menguntungkan pengusaha, anggota dewan, pejabat dan keluarganya, hingga institusi dan yayasan. Diantara mereka ada pengusaha kuliner Wong Solo yang memiliki 8 SPPG.



Pemerintah dalam penyediaan Program MBG ini juga sudah menetapkan alokasi anggaran di tahun 2026 ini sebesar Rp.335 triliun. Namun yang perlu kita ketahui sebanyak RP.223 triliun dari dana MBG ini diambil dari sektor sektor pendidikan atau 66,6%. Kemudian sektor kesehatan juga diambil Rp.24,7 triliun dan sektor ekonomi Rp.19,7 triliun. (detik.com).



Perlu kita pahami bersama bahwa gizi yang baik tidaklah langsung kita dapatkan hanya dengan mengkonsumsi satu porsi makanan. Kandungan gizi, kuantitas, kualitas, keamanan juga sangat berperan dalam memenuhi kebutuhan gizi anak. Kalau kita cermati bersama banyaknya kasus keracunan pada program MBG, tampak dari penyediaan makanan sehat yang jauh dari komposisi makanan empat sehat lima sempurna. Misalnya pada kandungan protein dan serat yang kurang memadahi serta adanya makanan kemasan dengan pengolahan ultra processed food (UPF), ditambah ketiadaan ahli gizi yang tentu menjadikan target kecukupan gizi sulit untuk di dapatkan anak, bahkan bisa memunculkan penyakit pada anak.



Program MBG  sejatinya merupakan program populis kapitalistik yang hanya mementingkan terlakasaanya saja, bukan manfaatnya untuk kemaslahatan masyarakat dan tidak menyelesaikan masalah stunting. Faktanya penyelenggara SSPG di kelola oleh elite tertentu makin menguatkan bahwa MBG bukanlah program untuk kebaikan rakyat. Belum lagi adanya celah penyalahgunaan anggaran dalam program berdana besar ditengah maraknya korupsi di negeri ini, tidak menutup kemungkinan Program MBG ini mala justru di jadikan ladang korupsi baru oleh para pejabat yang tidak amanah.



Belum lagi pengambilan dana dari pendidikan yang cukup besar untuk program MBG, menjadikan permasalahan dalam dunia pendidikan bertambah semakin besar. Padahal saat ini, dunia pendidikan mengalami ketimpangan kualitas dan akses dikarenakan tidak meratanya infrastruktur pendidikan disebabkan anggaran yang di berikan masi belum mencukupi. Kesejahteraan guru yang masih jauh di dapat, serta tinggi nya biaya pendidikan dan tingginya angka anak putus sekolah masih menjadi PR yang harusnya diselesaikan.



Keinginan untuk memperbaiki gizi dan mencegah stunting belum bisa terwujud meskipun sudah setahun  berjalan, kini pendidikan justru makin tersisihkan karena anggarannya berkurang. Hal ini sejatinya menunjukan kepada kita, bahwa saat ini Sistem Kapitalisme telah terbukti gagal dalam mewujudkan gizi dan stunting pada anak. Program ini hanyalah program populis semata yang hanya di jalankan demi pencitraan saja, demi mendapatkan dukungan dari rakyat, tanpa perbaikan yang nyata.



Inilah saatnya kita campakan sistem kufur ini, dan menggantinya dengan sistem Islam. Dalam sistem Islam perbaikan gizi masyarakat terutama pada anak-anak merupakan satu kebutuhan yang mendasar. Generasi yang sehat dan kuat amat dibutuhkan dalam membangun peradaban suatu negara. Dalam sistem Islam, kesejahteraan rakyat akan dipenuhi secara optimal sesuai standar kesehatan.



Dalam sistem Islam, negara akan memiliki dana yang cukup guna mewujudkan status gizi rakyat tanpa mengambil sumber dana dari bidang lainnya. Dalam sistem Islam, SDA merupakan  harta kepemilikan umum yang dikelola oleh negara dan hasilnya akan di kembalikan kepada rakyat. Sebagaimana Hadits dari Rasulullah saw. bersabda:


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صَلَّى اَللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اَلنَّاسُ شُرَكَاءُ فِي ثَلَاثٍ: اَلْمَاءُ وَالْكَلَأُ وَالنَّارُ


Artinya: Manusia berserikat dalam tiga hal: air, padang rumput, dan api.'" (HR. Abu Dawud)



Fasilitas umum, seperti pembangunan sarana layanan kesehatan gratis anak di wujudkan sehingga rakyat akan hidup sehat. Dalam sistem Islam penerapan sistem ekonomi akan menyediakan bahan pangan yang akan didistribusikan ke seluruh wilayah daulah, sehingga rakyat dapat memenuhi kebutuhan pangan yang sehat dan bergizi secara mudah dan murah.



Dengan sistem Islam maka kesehatan dan kesejahteraan akan dapat diwujudkan. Oleh sebab itulah, marilah kita sadar akan bobroknya sistem saat ini, yang tak mampu mensejahterkan rakyat. Hanya dengan sistem yang berasal dari zat yang maha sempurna Allah Swt. Lah kita akan hidup bahagia, selamat dunia dan akhirat.



Waaulohu a'lam bi ash-shawaab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update