-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kehamilan Usia Muda, Alarm Kegagalan Sistemik

Tuesday, February 24, 2026 | February 24, 2026 WIB Last Updated 2026-02-25T03:43:23Z


Oleh : Fifi


Data resmi dari Badan Pusat Statistik melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional membuka fakta yang sulit di bantah, yaitu di Kalimantan Timur sebanyak 41,56 persen perempuan mengalami kehamilan pertama sebelum usia 21 tahun. Angka ini bukan sekadar tinggi, tetapi tanda bahaya serius bagi masa depan generasi.


Dampaknya jelas yaitu risiko masalah kesehatan meningkat, pendidikan terhambat, dan kualitas keluarga terancam. Lebih mengkhawatirkan lagi, penjelasan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional wilayah tersebut menegaskan bahwa masyarakat sebenarnya sudah mengetahui informasi tentang kesehatan reproduksi dan program keluarga berencana. Artinya, masalahnya bukan ketidaktahuan. Informasi tersedia, kampanye telah dilaksanakan, penyuluhan telah diberikan, namun perilaku masyarakat tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Di sinilah letak kegagalan yang sesungguhnya.


Jika pengetahuan sudah tersebar tetapi angka kehamilan dini tetap tinggi, maka jelas sumber persoalan bukan sekadar kurang edukasi, melainkan kerusakan yang lebih mendasar. Akar masalahnya adalah lemahnya kontrol diri dan rapuhnya standar moral generasi muda. Banyak remaja tumbuh tanpa pegangan nilai yang kuat, sehingga mudah terbawa arus pergaulan bebas yang dianggap wajar oleh lingkungan. Budaya Barat yang mempromosikan tanpa batas, sementara masyarakat sering memilih diam daripada menegur. Ketika norma agama hanya menjadi simbol, bukan pedoman hidup, maka perilaku pun kehilangan arah. Di titik ini, menyalahkan individu saja tidak cukup. Fenomena ini adalah akumulasi kerusakan sistemik, yaitu seperti lingkungan sosial permisif, pengawasan lemah, dan aturan yang tidak tegas.


Selama akar sistemnya tidak disentuh, solusi apa pun hanya akan menjadi tambalan sementara. Berbeda dengan sistem islam yang memandang persoalan ini secara berbeda dan lebih mendasar. Dalam Islam, menjaga kehormatan generasi bukan sekadar nasihat moral, tetapi kewajiban yang diatur melalui mekanisme nyata. Syariat tidak hanya melarang zina, tetapi juga menutup semua jalan yang mengarah ke sana seperti menjaga pandangan, mengatur interaksi laki-laki dan perempuan, melarang khalwat, serta mendorong pernikahan bagi yang mampu. Ini bukan pembatasan kebebasan, melainkan perlindungan yang menjaga manusia dari penyesalan panjang. Sistem Islam juga tidak membebankan tanggung jawab hanya pada individu. Negara wajib menciptakan lingkungan yang bersih dari rangsangan maksiat, masyarakat wajib melakukan kontrol sosial, dan keluarga wajib menanamkan akidah sejauh ini. ketiganya bekerja sebagai satu kesatuan.

Karena itu, lonjakan kehamilan usia muda seharusnya menjadi alarm keras bahwa pendekatan yang hanya mengandalkan penyuluhan teknis tidak cukup. Tanpa fondasi iman dan penerapan aturan Islam secara menyeluruh, informasi hanya berhenti di kepala, tidak turun menjadi perilaku.


Solusi nyata bukan menambah slogan, melainkan memperbaiki sistem kehidupan agar selaras dengan hukum Allah. Hanya dengan cara itulah generasi terlindungi, bukan sekadar diperingatkan.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update