-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Generasi Penggerak Perubahan, Bukan Sekedar Cari Pekerjaan

Thursday, February 5, 2026 | February 05, 2026 WIB Last Updated 2026-02-05T08:15:21Z

Oleh : Siti Rukayah, S.P


Dunia kerja dan wirausaha kini mulai pekat ditumbuhkan dan  dikenalkan akan pemahaman hal tersebut, terutama kepada generasi pemuda, apalagi yang saat ini masih berada di ranah pelajar.


Sebagaimana yang terjadi di SMA Negeri 1 Muara Samu Kabupaten Paser, dengan kedatangan PT Pamapersada Nusantara Distrik Kideco (PAMA KIDE). PAMA KIDE melalui programnya berupa  Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang pendidikan yakni PAMA Goes to School dengan memberikan pembelajaran mengenai motivasi dan komitmen dalam usaha. 


CSR Section Head PAMA KIDE Ghani Rasyid mengatakan bahwa hal ini bertujuan untuk memberikan pembelajaran mengenai champion spirit yang merupakan karakter PAMA dan growth mindset dalam menjalani sebuah usaha.


Adanya kehadiran pihak perusahaan tersebut bertujuan untuk pengenalan sekaligus memotivasi pelajar agar berkeinginan bekerja setelah lulus sekolah yang ternyata kalau ditelaah bahwa hal tersebut tidak selaras dengan visi pendidikan itu sendiri. Semestinya generasi itu berperan sebagai penggerak perubahan justru potensinya diarahkan kepada kepentingan pasar atau korporasi semata.


Terkhusus para pelajar dan guru yang berada dalam dunia pendidikan seharusnya kritis akan perusahaan apalagi menyangkut usaha tambang yang notabene nantinya akan memberikan dampak lingkungan. Hasil dari kekayaan SDA yang dikelola oleh negara tentunya tidak akan setara dengan adanya janji pekerjaan, hadiah, maupun beasiswa. Justru dengan adanya "sogokan" tersebut, akan berdampak pada sikap yang melempem terhadap kezhaliman penguasa maupun perusahaan besar.


Selain itu tanpa disadari, potensi pemuda pun dibajak oleh kepentingan para pemilik modal, yang seharusnya pemuda disebut sebagai agen perubahan, malah tak terkalahkan lagi perannya. Pada akhirnya sistem Kapitalisme akan terus melanggeng tanpa adanya perlawanan.


Tentunya hal itu terjadi karena mencerminkan sebagaimana kehidupan ala kapitalisme, yang fokusnya adalah meraih keuntungan sebanyak-banyaknya, sehingga hal utama yang ingin diperoleh adalah mendapatkan materi. Sehingga kondisi yang terjadi tergantung pada sistem yang diterapkan di daerah tersebut. 


Sehingga keadaan akan berbeda jika negara menerapkan sistem Islam, dan berlaku juga di ranah pendidikannya. Pendidikan dalam Islam, berfokus pada pembentukan sisi intelektual dan akhlak, sehingga hasil yang diharapkan adalah pemuda yang cerdas dan beradab, sehingga bijak dalam menghadapi segala situasi. Tentunya hal itu dapat terfokuskan karena kebutuhan dasar telah dipenuhi oleh negara karena itu merupakan kewajiban bagi negara. Karena visi dan misinya adalah membentuk kepribadian Islam sebagai agen perubahan masa depan.


Sehingga, dengan pendidikan Islam yang gemilang sebagaimana gambaran tadi, maka akan melahirkan generasi bermanfaat untuk umat. Hal itu dikarenakan potensi pemuda akan diarahkan untuk kegemilangan Islam sebagai mercusuar peradaban.


Dengan begitu generasi yang dibina dengan Islam akan kritis dan amar makruf nahi mungkar kepada penguasa atas kezhaliman. Oleh karena itu, perlu adanya pencerdasan dengan Islam sehingga potensi akan tergunakan untuk peradaban yang cemerlang.

[Wallahu a'lam bisshowab]

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update