-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sinergi Elemen Umat Mewujudkan Generasi Bertakwa dan Tangguh

Monday, January 5, 2026 | January 05, 2026 WIB Last Updated 2026-01-06T07:16:00Z
opini impiannews hari ini

Oleh Patimah Nasution

 (Aktivis Muslimah)


Arus deras informasi digital saat ini adalah tantangan besar generasi muda. Hal itu disebabkan karena akses yang mudah ke internet dan media sosial yang membuat mereka mudah termakan hoaks dan disinformasi yang bisa merusak mental dan sosial. 


Dalam kehidupan sehari-hari, mereka juga mudah terprovokasi serta tidakl mampu membedakan fakta dan fiksi digital. Selain itu tingkat screen time yang tinggi, ketergantungan berlebihan terhadap media sosial  juga melalaikan mereka dari peran nyata kehidupan sehingga mereka terjebak dengan jebakan dunia mayal dalam algoritma karena mereka bisa sangat mudah untuk mendapatkan informasi tanpa mencari lagi informasi yang benar dari sumber lain. Akibatnya mereka mudah terprovokasi serta tidak mampu membedakan fakta dan fiksi digital. Hal ini dapat mempengaruhi pola pikir dan pola sikap seseorang. 

Bahkan kritis dengan kezaliman penguasapun sering mereka lakukan karena ini mereka anggap indikasi baik, berharap agar penguasal bisa mendengar dan sadar. Memang benar kita tidak boleh tinggal diam ketika melihat seorang pemimpin berbuat zalim, melakukan kecurangan, penyimpangan dan ketidakadilan, tapi caranya harus terarah agar tidak termakan isu hoaks.


Generasi muda yang mencakup Generasi Milenial dan Gen Z merupakan pasar yang sangat potensial bagi produk-produk digital karena generasi ini tumbuh besar dari teknologi digital. Mereka mencari informasi, membuat konten menarik di dunia maya dengan teknologi digital. Oleh sebab itu, generasi muda saat ini tidak bisa hidup tanpa teknologi digital.


Dampaknya, seluruh konten digital menjadi tabungan informasi tanpa disaring lagi konten-konten tersebut mendidik atau merusak, benar atau fiksi, sehingga  bisa mengendalikan cara berpikir mereka. Akibatnya mereka mudah terprovokasi serta tidak mampu membedakan fakta dan fiksi digital. Hal ini dapat mempengaruhi pola pikir dan pola sikap seseorang dan termasuk arah pandangnya terhadap kehidupan. 


Selain itu, ide-ide sekuler dan liberal yang bertengger di media sosial begitu banyak dan deras, sehingga mereka tidak memperhatikan nilai apa yang ingin mereka raih. Pahala atau dosa yang ereka perbuat yang pada titik ini membutuhkan benteng agama yang kuat. 


Benteng yang pertama adalah cara pandang sahih, yaitu akidah Islam. Yakni yang bersumber dari Sang Khalik, bukan yang lain. Generasi muda saat ini harus meyakini bahwa kita semual diatur oleh Allah SWT. Sesungguhnya Allah maha melihat dan mengawasi semua yang kita lakukan. 


Selain itu, kaum muda harus mengambil arah pandang hidup menurut ideologi yang sahih. Jangan hanya rindu perubahan, tapi masih mengambil solusi parsial. Akibatnya nanti menjadi aktivisl yang prematur, lemah danl mudah tergiur jabatan. 

Kemudian, jangan menduplikasi aktivis-aktivis liberal dengan alasan mengikuti zaman, sepertil menirukan cara berpakaian, tingkah laku dan pola pikirl liberal. Sehingga meskipunl mereka muslim mereka tetaplah bemper kapitalisme. 


Memang benar semua manusia termasuk generasi muda yang memiliki potensi hidup sebagai makhluk Allah, yakni memiliki garizah (naluri), hajatul udhawiyah (kebutuhan jasmani). Tetapi jangan lupal Allah SWT juga memberikan akal sehingga para generasi muda seharusnya mempunyai pemikiran yang mendalam dan cemerlang untuk masa depanl yang cemerlang bukan hanya sekedar ikut-ikutan. Mereka para pemuda membutuhkan lingkungan kondusif yang kental dengan jawil iman (suasana keimanan), yaitu akidah Islam serta kolaborasi komprehensif dan sistemis. 


Oleh karena itu, para pemuda membutuhkan perhatian dari sinergi semua elemen. Mulai dari keluarga, masyarakat, partai politik dan peran negara. Negara harus menjadikan pemuda sebagai pilar utama peradaban Islam, memberikan pendidikan Islam secara kaffah agar memiliki akidah yang kuat, berpemikiran cemerlang, menjadikan pemuda sebagai agen perubahan, tidak prematur, tidak lemah, serta menjadi mujahid pembela agama dan negara, menjadi pemimpin masa depan yang taat, berpengetahuan, berjiwa besar dan siap melanjutkan peradaban Islam sesuai syariat.


Begitu juga dengan partai politik (parpol) Islam ideologis yang harus menjadikan ideologi Islam sebagian tulang punggung pembinaan seluruh komponen umat. Semua umat Islam wajib belajar tentang akidah Islam, parpol Islam ideologis, melakukan pembinaan untuk semua umat termasuk generasi muda. Parpol ideologis berperan dalam rangka muhasabah lil hukam, memberi ruang bagi suara kritis kaum muda, serta mencerdaskan dan meningkatkan taraf berpikir umat.


Wallahu a'lam bishshowaab.

×
Berita Terbaru Update