Oleh : Nina Iryani S.Pd
Dilansir dari bentaracampus.ac.id, perjalanan mendidik anak berkebutuhan khusus bisa menjadi penuh tantangan dan terkadang membingungkan. Namun, dengan informasi yang tepat dan bimbingan yang baik, anda dapat membantu anak anda mencapai kemajuan yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan mereka.
Mengenal Anak Berkebutuhan Khusus
Anak berkebutuhan khusus atau ABK merujuk pada anak yang memiliki kebutuhan khusus dalam proses tumbuh kembangnya, baik secara fisik, intelektual, emosional, atau sosial. Menurut data UNICEF, di tahun 2020, ada sekitar 460 ribu anak dengan disabilitas di Indonesia. Kebutuhan khusus ini dapat meliputi berbagai kondisi, seperti kelainan perkembangan, gangguan neurologis, kelainan genetik, gangguan sensorik, gangguan belajar, atau gangguan mental.
Setiap anak berkebutuhan khusus adalah individu yang unik dengan kekuatan, kelemahan, dan potensi yang berbeda. Mereka mungkin memerlukan dukungan dan pendekatan yang unik dalam mendidik dan mengembangkan potensi mereka.
Jenis-Jenis anak berkebutuhan husus ada berbagai tipe anak dengan kebutuhan khusus. Berikut ini beberapa di antaranya, yang perlu anda ketahui.
Gangguan perkembangan
anak dengan gangguan perkembangan mengalami pengaruh perkembangan anak dalam berbagai aspek, seperti autisme, gangguan perkembangan bahasa, gangguan perkembangan motorik, atau gangguan perkembangan sosial dan emosional.
Gangguan belajar
Gangguan belajar membuat anak kesulitan dalam memahami dan menggunakan informasi secara efektif, seperti disleksia, diskalkulia, atau gangguan pemrosesan informasi.
Gangguan sensorik
Sensorik yang memiliki gangguan akan mempengaruhi indera anak, seperti gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, atau gangguan sensitivitas sensorik.
Gangguan kesehatan mental
Gangguan yang mempengaruhi kesehatan mental dan perilaku anak, seperti ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder), gangguan kecemasan, depresi, atau gangguan bipolar.
Gangguan genetik
Kondisi yang disebabkan oleh kelainan genetik yang mempengaruhi perkembangan dan fungsi tubuh anak, seperti down syndrome, Angelman syndrome, atau Williams syndrome.
Setiap kondisi atau gangguan ini memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda. Penting bagi orang tua untuk memahami kondisi anak mereka dengan baik agar dapat memberikan pendekatan dan dukungan yang tepat.
Cara Mengajar Anak Berkebutuhan Khusus:
Memahami Keunikan Individu Anak
Setiap anak berkebutuhan khusus adalah individu yang unik. Penting bagi orang tua untuk memahami kebutuhan, minat, dan potensi anak dengan baik. Dengan memahami individualitas anak, orang tua dapat menyesuaikan metode pengajaran dan strategi yang paling efektif untuk anak tersebut.
Gunakan Pendekatan yang Sesuai
Pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan anak berkebutuhan khusus sangatlah penting. Misalnya, beberapa anak mungkin merespons lebih baik terhadap pendekatan yang terstruktur dan berurutan, sementara yang lain memerlukan pendekatan yang lebih fleksibel dan kreatif. Orang tua perlu memahami kecenderungan belajar anak dan menggunakan strategi yang paling cocok untuk membantu mereka menguasai materi.
Gunakan Alat Bantu
Banyak anak berkebutuhan khusus memiliki kekuatan visual dan tanggapan yang lebih baik terhadap stimulus sensoris. Oleh karena itu, menggunakan bantuan visual, seperti gambar, kartu, atau diagram, dapat membantu anak dalam pemahaman dan retensi informasi. Selain itu, pemanfaatan bantuan sensoris seperti mainan taktil atau alat manipulatif juga dapat meningkatkan interaksi dan pemahaman anak.
Bangun Rutinitas dan Struktur
Rutinitas dan struktur yang konsisten dapat memberikan rasa pasti dan aman bagi anak berkebutuhan khusus. Buatlah jadwal harian yang jelas dan konsisten untuk aktivitas sehari-hari, termasuk waktu belajar, istirahat, dan kegiatan lainnya. Hal ini membantu anak memahami apa yang diharapkan dari mereka dan memberikan kerangka yang teratur untuk belajar dan berpartisipasi.
Gunakan Metode Penguatan Positif Serta Hadiah
Penguatan positif dan hadiah adalah strategi yang efektif dalam mengajar anak berkebutuhan khusus. Berikan pujian dan penghargaan atas usaha dan prestasi mereka. Gunakan sistem hadiah yang sesuai, seperti grafik perkembangan atau sistem bintang, untuk memotivasi anak dan memperkuat perilaku yang diinginkan.
Bekerja Sama dengan Ahli Tumbuh Kembang Anak Berkebutuhan Khusus
Kolaborasi dengan tim pendukung anak berkebutuhan khusus, seperti guru, terapis, dan tenaga medis, sangat penting. Orang tua perlu terlibat aktif dalam komunikasi dengan tim tersebut, berbagi informasi dan pengalaman, serta bekerja sama dalam merancang dan melaksanakan program pendidikan dan intervensi yang sesuai untuk anak. Dengan kolaborasi yang baik, orang tua dapat memastikan bahwa pendekatan yang konsisten dan terkoordinasi diterapkan dalam mendukung perkembangan anak.
Dengan menerapkan strategi mengajar yang tepat, orang tua dapat memberikan lingkungan belajar yang mendukung dan memfasilitasi perkembangan anak berkebutuhan khusus.
Pentingnya Peran Orang Tua dalam Mengajar Anak Berkebutuhan Khusus
Orang tua memiliki peran penting dalam mengajar anak berkebutuhan khusus. Pertama, mereka perlu menerima dan memahami kondisi anak dengan baik. Dengan pemahaman yang mendalam, orang tua dapat memberikan dukungan yang tepat dan mengembangkan strategi efektif dalam mendidik anak.
Selanjutnya, orang tua harus menjadi advokat anak, memperjuangkan hak-hak mereka dan terlibat aktif dalam tim pendukung anak. Sebagai pendukung, orang tua juga harus mendukung kemandirian dan pengembangan anak dengan memberikan kesempatan untuk belajar keterampilan sehari-hari dan membuat keputusan sesuai dengan kemampuan mereka. Selain itu, membangun kepercayaan diri anak sangat penting, dengan memberikan pujian dan penghargaan atas usaha dan prestasi mereka, serta mengembangkan minat dan bakat mereka.
Dengan cinta, perhatian, dan dukungan yang tepat, orang tua dapat membantu anak untuk tumbuh dan berkembang dengan sebaik-baiknya. Meski banyak tantangan yang dihadapi, pada akhirnya anda akan menemukan banyak keajaiban dan kebahagiaan dalam perjalanan bersama anak anda.
Peran orang tua dalam mengajar anak berkebutuhan khusus sangat penting. Mereka perlu menciptakan lingkungan inklusif yang penuh kasih sayang, memahami potensi unik setiap anak, dan memberikan dukungan yang mendalam. Dengan melibatkan diri secara aktif, orang tua dapat membantu anak tumbuh dan berkembang dengan baik.
Ingatlah bahwa setiap langkah kecil adalah langkah menuju kemajuan, dan dengan komitmen dan dedikasi, anda dapat membantu menciptakan masa depan yang cerah bagi sang anak tercinta.
Allah SWT berfirman:
"Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”
(TQS. Al-Furqan ayat 74).
Allah SWT berfirman:
"Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan,”
(TQS. Al-Kahfi ayat 46).
Allah SWT berfirman:
"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)"
(TQS. Ali ‘Imran ayat 14).
Allah SWT berfirman:
"Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi"
(TQS. Al-Munafiqun ayat 9).
Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar."
(TQS. At-Taghabun ayat 15).
Allah SWT berfirman:
"Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
(TQS. At-Taghabun ayat 14).
Namun nyatanya di era sekuler kapitalis, jangan kan anak-anak berkebutuhan khusus (ABK), yang normal saja banyak yang dijadikan beban. Termasuk di negeri-negeri Korea, China, Jepang dan sebagainya mereka banyak yang memilih child free (hidup tanpa punya anak).
Miris, di Indonesia sendiri banyak perlakuan tidak baik yang dilakukan pada anak-anak ABK ini baik oleh orang tua, guru maupun lainnya hanya karena mereka memiliki kelainan baik itu melalui buli, diskriminasi maupun hal menyakitkan lainnya.
Perhatian pemerintah pun dinilai kurang terhadap bantuan bagi anak-anak ABK baik itu support dana, kunjungan maupun kesehatan serta pendidikan gratis, penanganan sebaik-baiknya dan sebagainya.
Lain hal nya di sistem Islam kaffah dimana anak-anak normal apalagi anak-anak ABK sangat diperhatikan pemerintah. Anak-anak ABK dijamin kesehatan, pendidikan, keamanan dan sebagainya berikut hal-hal yang dibutuhkan dengan sebaik-baiknya. Para orang tua yang memiliki anak-anak ABK disejahterakan, guru-guru nya dibina dengan baik. Tidak ada buli, diskriminasi apalagi abai terhadap penanganan mereka.
Oleh karena itu kita harus menimba ilmu dengan sebaik-baiknya, dakwah pada keluarga, masyarakat dan negara agar Islam kaffah diterapkan kembali seperti masa Rasulullah SAW hingga kita semua sejahtera dunia akhirat.
Wallahu 'alam bissawab
