-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Konten Merusak Melemahkan Generasi,Butuh Syariat Islam Sebagai Solusi.

Monday, January 19, 2026 | January 19, 2026 WIB Last Updated 2026-01-20T06:40:33Z

Oleh : Yeni Ummu Alvin 

Aktivis Muslimah 



Sungguh kemajuan teknologi telah memberikan pengaruh yang sangat besar bagi keberlangsungan kehidupan, berbagai macam konten dapat ditemukan di ruang digital dengan mudah, namun mirisnya banyak konten di ruang digital yang merusak dan mempengaruhi cara berpikir, cara bersikap bahkan mempengaruhi cara beragama khususnya para generasi.


Tidak dapat dipungkiri, generasi muda saat ini hidupnya tidak bisa lepas dari dunia digital, dari sejak bayi hingga dewasa mereka telah terpapar teknologi digital, Badan Pusat Statistik (BPS), telah mengeluarkan data bahwa 89% anak usia 5 tahun ke atas telah menggunakan internet, terutama untuk mengakses medsos.Ketergantungan pada dunia digital memunculkan perubahan pada perilaku dan juga terhadap kesehatan mental generasi muda saat ini. 


Kemajuan teknologi memang tidak bisa dihindari dan tidak dipungkiri dapat memberikan kemudahan, tapi bisa juga menjadi sumber bencana bagi generasi, yakni anak-anak rentan terpapar konten konten negatif, seperti pornografi,judol, pinjol, cyberbullying, human traficking,moderasi dan lain-lain. Selain itu penggunaan teknologi digital yang massif, dapat memicu penurunan kemampuan berpikir serta merosotnya daya ingat, dan yang lebih buruk lagi dapat memicu pembusukan otak (brain rot). Apabila ini terjadi, maka ini akan memberikan ancaman terhadap potensi dan visi strategis generasi muda sebagai tonggak peradaban menuju bangkitnya peradaban Islam. 


Sungguh kondisi yang menimpa generasi saat ini, merupakan dampak dari penerapan sistem kehidupan sekuler kapitalisme, beragam konten-konten digital yang rusak dengan mudah bertebaran setiap hari di media sosial, kerakusan kapitalis dalam mengejar materi telah meminggirkan ajaran Islam, cuan  dijadikan tujuan, generasi muda pun dijadikan sasaran objek pasar digital. Generasi muda tunduk pada algoritma digital yang diciptakan oleh kapitalis, potensinya dibajak untuk terus mengikuti arus zaman. Hilangnya fungsi negara sebagai penjaga generasi,telah menciptakan ekosistem ruang digital yang tidak aman bagi generasi muda, hingga menghasilkan generasi yang lemah dan rapuh.


Berbeda dengan negara Islam yakni Khilafah yang senantiasa melaksanakan fungsinya sebagai rain dan junnah, Khilafah akan melindungi umat dan generasi dari segala macam ancaman dan bahaya, tidak hanya ancaman di dunia nyata tapi juga ancaman di dunia maya (dunia digital). Khilafah akan ketat dalam menyaring masuknya konten-konten rusak dengan teknologi tercanggih dan menggunakan ruang digital sebagai sarana pendidikan dan penguat dakwah.


Khilafah memiliki kedaulatan digital yang dimanfaatkan untuk mengendalikan konten-konten dan informasi yang ada di ruang digital, ruang digital dimanfaatkan hanya untuk menyebarkan risalah Islam, melalui dakwah dan edukasi tentang tsaqofah Islam dan ilmu pengetahuan.


Generasi muda adalah agen perubahan, hegemoni digital saat ini telah mengubah generasi muslim sebagai pengikut setia dari peradaban Barat, untuk mengembalikan generasi sebagai tonggak peradaban, maka dibutuhkan penegakan syariat Islam Kaffah oleh negara yang akan mengeliminasi berkembangnya praktek rusak di ruang digital dan menggantinya dengan konten dakwah Islam, untuk mengarahkan generasi muda pada perubahan hakiki,Karena itu penting bagi umat Islam untuk memperjuangkan tegaknya syariat Islam.


Wallahu a'lam bishowab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update