-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Investasi Dalam Prespektif Ekonomi Islam.

Monday, January 19, 2026 | January 19, 2026 WIB Last Updated 2026-01-20T06:36:27Z

Oleh: Emy

 (Aktivis muslimah)


RADARBANDUNG, KAB BANDUNG - Realisasi investasi di Kabupaten Bandung pada tahun 2025, yang mencakup penerimaan Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negara (PMDN), tercatat mencapai Rp7,3 persen dari target investasi tahunan sebesar Rp9,6 triliun. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bandung, Ben Indra Agusta, mengungkapkan bahwa laporan realisasi investasi untuk Triwulan IV hingga Desember 2025 masih belum diliris. Laporan tersebut diperkirakan baru akan diumumkan pada pertengahan Januari 2026. Meski demikian, kami tetap optimistis bahwa target investasi tahun 2025 dapat tercapai.

Ben Indra Agusta menjelaskan bahwa secara komunikatif, realisasi PMA dan PMDN pada periode September 2025 mengalami peningkatan signifikan, yakni sebesar 33,15 persen atau setara dengan kenaikan Rp1,8 triliun  dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024.


Selain itu, Kepatuhan perusahaan dalam menyampaikan Laporan Kegiatan Penerimaan Modal (LKPM) juga menunjukkan tren positif. Sebanyak 1.200 perusahaan telah melaporkan kegiatan investasi mereka pada periode Januari-September 2025, meningkat 82,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, meskipun realisasi investasi dan jumlah proyek yang meningkat. Penyerapan tenaga kerja mengalami sedikit penurunan. Pada periode periode Januari-Juni 2025 tercatat ada 17.298 orang yang terserap dalam proyek PMA dan PMDN. Angka ini mengalami penurunan sebesar 1,45 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 juga meningkat pesat.  Dengan pencapaian ini, pemerintah kabupaten Bandung tetap optimistis bahwa target investasi sebesar Rp9,6 triliun pada akhir tahun 2025 dapat tercapai, mengingat tren positif yang terus berlanjut hingga triwulan ketiga.


Peningkatan Investasi yang tinggi pada dasarnya tidak berpengaruh pada situasi rakyat pada saat ini, khususnya pada masalah perekonomi yang hari ke hari semakin tidak baik-baik saja. Karena dalam hal ini, lagi-lagi para kapitalisme yang paling berperan.Sehingga sebesar apapun peningkatan investasi, tidak akan berdampak lebih baik pada kehidupan rakyat. Walaupun berita terkait kenaikan investasi naik setiap tahunnya, tetapi pada realitanya kesejahteraan rakyat semakin mengkhawatirkan. Pekerjaan semakin sulit didapat, sementara harga-harga kebutuhan hidup semakin mencekik sehingga perekonomian rakyat semakin tidak baik-baik saja. Jadi dengan keadaan tersebut tidak berhasil untuk mensejahterakan rakyat,  justru dalam hal ini para kaum kapitalisme atau para investorlah yang lebih diuntungkan. Kenaikan investasi tidak ubahnya seperti harapan palsu, jika segala kebijakan tidak berpihak pada kemaslahatan rakyat.


Berbeda sekali dengan sistem Islam, negara akan menciptakan kemandirian dalam membangun negara tidak ketergantungan pada pihak swasta atau para investor asing. Negara dalam sistem Islam, tidak menjadi regulator saja, tetapi akan berperan sepenuhnya mengelola sumber daya alam sebaik-baiknya untuk kemaslahatan umat. Pemerintah dalam Islam,  tidak akan tergiur dengan keuntungan yang dijanjikan oleh para pengusaha-pengusaha asing, karena yang menjadi prioritas utama adalah kesejahteraan masyarakat, bukan mencari keuntungan diatas penderitaan rakyat. Seperti realita sekarang ini, para kapitalisme berlomba-lomba mencari keuntungan dari berbagai sektor mulai dari perumahan, pertanian bahkan perhutanan pun dijadikan ajang bisnis tidak peduli dampak yang akan terjadi yang akan merugikan berbagai pihak.  Khususnya masyarakat.


Dalam Islam, investasi yang diperbolehkan melalui cara-cara yang telah ditetapkan oleh syariat Islam, dan bukan investasi yang bertujuan mencari keuntungan materi belaka tetapi keberkahan dan kemaslahatan rakyat menjadi tujuan utama. Investasi yang diperbolehkan dalam Islam adalah bebas dari riba dan ketidak jelasan akad. Dalam pengembangan aset pun  dilakukan dengan cara yang halal. Tetapi sayang, dinegeri yang mengadopsi sistem kapitalisme, penerapan hukum-hukum Islam khususnya mengenai investasi sulit untuk diterapkan secara sempurna. Negara yang pada dasarnya menganut ideologi kapitalisme, telah memberikan kebebasan berinvestasi ke berbagai pihak, dan sama sekali tidak memperhatikan sesuai tidaknya dengan hukum Islam. Oleh sebab itu, untuk mewujudkan investasi yang sesuai dengan syariat Islam hanya dengan menjalankan Islam secara kaffah dalam segala aspek kehidupan. Dengan menjalankan syariat yang datangnya dari Allah Swt, pasti akan membawa keberkahan dunia dan akhirat kelak.


Wallahu alam Bis'showab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update