-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

HIV/AIDS Semakin Meningkat di Kalangan Remaja: Islam Kaffah Solusi Selamatkan Generasi

Wednesday, January 21, 2026 | January 21, 2026 WIB Last Updated 2026-01-21T15:00:22Z
HIV/AIDS Semakin Meningkat di Kalangan Remaja: Islam Kaffah Solusi Selamatkan Generasi

Oleh: Anggun Janji Maharani

Akitivis Muslimah


Di tengah derasnya arus modernisasi dan kebebasan pergaulan, remaja berada pada fase kehidupan yang penuh pencarian jati diri. Namun, di balik gencarnya kebebasan dan kemajuan zaman, tersimpan sebuah ancaman serius yang sering kali diabaikan, yaitu HIV/AIDS.


Peningkatan kasus HIV/AIDS di kalangan remaja seharusnya menjadi alarm bahaya bagi masyarakat, keluarga, dan seluruh pemangku kepentingan. Sayangnya, peringatan ini kerap terdengar samar, tertutup oleh sikap abai, serta anggapan bahwa HIV/AIDS bukan masalah yang dekat dengan kehidupan remaja.


Melonjaknya Kasus HIV AIDS di Kalangan Remaja


Permasalahan HIV pada remaja di Indonesia menunjukkan keprihatinan yang serius, dimana HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Virus ini melemahkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan penyakit. Sementara itu, AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah tahap lanjutan dari infeksi HIV, ketika sistem kekebalan tubuh sudah sangat lemah dan penderitanya rentan terhadap berbagai infeksi oportunistik. Laporan 2022-2025 menyebutkan peningkatan kasus HIV di kalangan remaja, menjadikannya kelompok rentan, dengan data menunjukkan lebih 2.900 kasus pada remaja 15-19 tahun pada 2024, sementara pada Maret 2025 mencapai 2.700 kasus pada usia 15-19 tahun dan lebih 2.000 kasus di bawah 20 tahun. Kasus ini terus bertambah di berbagai daerah seperti Aceh (32 kasus baru remaja usia 11-20 tahun di 2025), Banda Aceh (81 kasus baru hingga Agustus 2025), serta Jatim mengalami lonjakan di Surabaya (983 kasus), Jember (632 kasus), Sidoarjo (549 kasus). Kondisi ini menunjukkan bahwa penanganan HIV/AIDS pada remaja belum berjalan optimal, baik dari sisi pencegahan, maupun penguatan nilai agama, moral dan sosial yang seharusnya menjadi benteng utama bagi generasi muda. 


Gaya Hidup Bebas Ala Sekulerisme


Jika diamati lebih mendalam, meningkatnya kasus HIV/AIDS di kalangan remaja tidak lepas dari gaya hidup bebas dan perilaku menyimpang. Penyimpangan seperti seks bebas, pekerja seks komersial, perilaku homoseksual, hingga penyalahgunaan narkoba menjadi pintu utama penyebaran virus mematikan ini. Semua ini terjadi disebabkan cara pandang hidup yang keliru, yaitu paham sekulerisme yang memisahkan agama dari kehidupan, yang melahirkan pemikiran liberal bebas tanpa batas. Hal ini mengakibatkan generasi muda pada saat ini bebas menentukan arah hidupnya. Mereka bersikap berdasarkan kepuasan diri dan hawa nafsu bukan halal dan haram, baik buruk, ataupun terpuji tercela sebagaimana yang diajarkan oleh agama. Dengan dalih hak asasi manusia, mereka bebas melakukan apa saja.


Sistem Kapitalisme Penyebab Kegagalan Penanganan HIV/AIDS


Sistem kapitalisme yang dibangun di atas asas sekulerisme dan liberalisme, memandang HIV/ AIDS hanya sebatas masalah kesehatan. Akibatnya penanganan HIV/AIDS hanya bersifat parsial dan tambal sulam, tidak pernah menyentuh sampai pada akar permasalahannya. Penanggulangan HIV/AIDS melalui kondomisasi, penyuluhan kesehatan organ reproduksi, dan pembagian jarum suntik steril dan kebijakan Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP) semuanya adalah kebijakan yang tidak realistis dan rasional. PrEP adalah metode untuk melindungi diri dari penularan HIV dengan mengonsumsi obat-obatan khusus setiap hari yang dianjurkan bagi orang yang berisiko tinggi terkena HIV. 

Pembenaran terhadap sebuah penyimpangan perilaku meniscayakan munculnya kerusakan. Seharusnya upaya yang dilakukan oleh negara adalah  semaksimal mungkin dalam mengupayakan pelurusan terhadap penyimpangan yang terjadi, sekaligus menutup celah muncul dan terpeliharanya penyimpangan perilaku tadi, sembari melakukan penanganan yang tepat kepada mereka yang sudah terlanjur terinfeksi agar tidak menularkan kepada yang lain. Sayangnya, ketegasan semacam ini adalah hal yang tidak akan mampu dilakukan oleh kebijakan berbasis paradigma sekuler liberal.


Menuntaskan HIV/ AIDS dengan Solusi Islam


Sistem Islam sangat menjaga agar manusia senantiasa berada dalam perilaku mulia dan memuliakan. Hal yang menyimpang tidak akan mendapat ruang dalam kehidupan dan akan mendapat sanksi yang tegas atas pelanggarannya. Islam tidak memandang HIV/ AIDS sebagai masalah kesehatan belaka. Namun, dipandang sebagai suatu permasalahan yang terkait dengan tata kelola dan sistem peraturan yang lain. Syariat Islam memberikan solusi tuntas dan komprehensif dalam permasalahan ini melalui tiga pilar penjaga, pilar pertama ketakwaan individu, kedua kontrol masyarakat melalui amar makruf nahi munkar dan pilar ketiga adalah support sistem oleh negara, yaitu melalui penerapan aturan Islam secara kafah. Negara wajib menetapkan strategi penanganan HIV AIDS ini dengan merujuk pada tuntunan Islam. Mulai dari aspek pergaulan, pendidikan, ekonomi, sanksi pelaku, hingga sosial.

Harus digarisbawahi bahwa tidak ada satupun sistem yang dapat memberikan solusi yang komprehensif selain sistem Islam. Maka, penerapan sistem Islam secara kafah menjadi kebutuhan yang sangat urgent dan darurat untuk menyelesaikan permasalahan umat. 


Wallahualam bishshawwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update