Devi Ariani
Pemerhati umat
Generasi muda Balikpapan kembali diajak untuk jadi garda terdepan dalam perang melawan narkoba. Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, menegaskan pentingnya peran mereka melalui Program Bersinar (Bersih Narkoba) yang digagas BNN.
Momen ini terlihat jelas saat Bagus menghadiri Malam Pemilihan Duta Anti Narkoba Kota Balikpapan 2026, Minggu malam (4 Januari 2026), di Gedung Kesenian. Nah, ikam wajib simak terus sampai akhir, karena kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tapi strategi nyata mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan muda Cess!
Lewat program ini, generasi muda tidak hanya diberi pemahaman bahaya narkoba, tapi juga dilatih menjadi agen perubahan yang mampu menulari teman sebaya dan lingkungan dengan pesan positif. Pahamlah ikam, kekuatan sosial bisa bikin kampanye hidup sehat lebih efektif
Meski secara umum keamanan dan ketertiban Kota Balikpapan kondusif, data menunjukkan fakta serius. Pada 2024 tercatat 323 kasus narkoba, semua kasus terselesaikan. Namun, di 2025 jumlah naik menjadi 339 kasus atau meningkat 4,71 persen.
“Data ini menunjukkan bahwa narkoba tetap menjadi ancaman nyata yang terus berkembang, meski jenis kejahatan lain justru mengalami penurunan,” tegas Bagus. Tren ini menandakan bahwa pencegahan harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda sebagai ujung tombak. BalikpapanTV
Tingginya Kasus narkoba yang terjadi ,membuat risih warga sekitar ,
Karna melihat efek samping dihasilkan dari peredaran hingga pengguna narkoba tersebut,bukan hanya di kalangan orang dewasa tetapi juga di kalangan remaja menggunakannya .
Adapun efek samping yg di timbulkan bagi pengguna narkoba kebanyakan ,
Dapat menyebabkan kerusakan fisik hingga mental ,dan dampak dimasyarakat perilaku, ketidakstabilan emosional, dan ketidakmampuan untuk menjaga hubungan yang sehat dengan keluarga, teman, dan masyarakat sekitar.
Meskipun dampak yang di hasilkan sangat parah tetapi Narkoba tersebut tetap beredar dimasyarakat.
Inilah Salah satu masalah di negeri ini yang terus bergulir, seakan tidak pernah teratasi secara tuntas adalah peredaran narkoba hingga penggunanya ,
Meskipun sudah berulang kali di selenggarakan operasi pemberantas narkoba ,
Ironis memang, melihat makin besarnya permintaan terhadap barang haram tersebut. Ini menandakan maraknya peredarannya.
Makin tinggi permintaan dan banyaknya yang tergiur keuntungan besar menyebabkan negeri ini menjadi sasaran pasar bebas narkoba, termasuk dalam segi tiga emas perdagangan narkoba dunia. Negeri kepulauan ini tampaknya menjadi sasaran empuk untuk penyelundupan narkoba yang semakin merajalela. Sindikat ini beraksi di berbagai wilayah untuk memasarkan narkoba, bahkan untuk memproduksi barang tersebut.
Tertangkapnya sindikat itu pun tidak luput dari pemberitaan. Hanya saja, yang menjadi sorotan tertangkap hanya bandar kecil, pengedar, dan pemakai, sedangkan mafia narkoba berserta jaringannya sulit diberantas.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan narkoba begitu sukar diberantas. Yang paling utama adalah karena sistem kehidupan yang diemban saat ini, yaitu kapitalisme sekuler.
Dalam pandangan sistem kapitalisme ini, keuntungan materi sering kali menjadi tolok ukur utama keberhasilan. Bisnis narkoba, meskipun ilegal dan merusak, dianggap sebagai ladang uang yang menguntungkan. Akibatnya, meski ada larangan, peredaran narkoba seolah tetap dipertahankan, bahkan terkesan dilindungi oleh pihak-pihak tertentu.
Cara pandang Sekularisme terhadap kehidupan pun menjauhkan manusia dari agama, sehingga berperilaku bebas tanpa kendali. Manusia tidak mengenal akibat perbuatannya yang harus dipertanggungjawabkan kelak, sehingga yang dikejar hanya kesenangan duniawi saja.
Sistem ekonomi kapitalistik ini menjadikan siapa pun tidak segan melakukan transaksi langsung narkoba. Mereka hanya mengejar materi dengan keuntungan yang berlimpah, tidak melihat tolok ukur halal dan haram.
Yang lebih miris lagi, sistem sanksi yang diterapkan lemah, tidak membuat jera bagi para pelaku. Sudah menjadi rahasia umum hukum di negeri ini tajam ke bawah dan tumpul ke atas, dengan metode tebang pilih sehingga kasus pun sulit terungkap.
Mengguritanya kasus narkoba merupakan permasalahan sistemik, tidak bisa dibenahi hanya satu sisi. Semua lini harus dibenahi dari akar masalah, yaitu sistem sekuler.
Solusi Islam
Islam memandang narkoba sebagai barang haram yang sangat dilarang. Segala bentuk perbuatan yang dapat merusak akal, jiwa, dan raga, termasuk mengonsumsi dan memperdagangkan narkoba, sangat dikecam dalam syariat Islam. Pelarangan ini bukan tanpa alasan karena Islam bertujuan untuk melindungi individu dan masyarakat dari segala bentuk kerusakan.
Dalam sistem pemerintahan Islam, negara bertanggung jawab secara penuh, serta berperan aktif untuk menjaga umat dari kehancuran, termasuk melindungi dari narkoba yang berdampak pada kerusakan akal.
Peran negara tidak hanya sebatas penindakan, tetapi juga mencakup aspek preventif melalui edukasi dan pembinaan moral. Perlindungan terhadap masyarakat dari bahaya narkoba adalah salah satu tugas fundamental pemerintahan Islam.
Islam menetapkan sanksi tegas berupa ta’zir (sanksi) bagi pengguna narkoba, yang bentuk hukumannya diserahkan kepada kebijakan hakim sesuai dengan tingkat kejahatan dan dampaknya. Sementara itu, bagi pengedar dan produsen narkoba, Islam menetapkan hukuman yang lebih berat, bahkan bisa sampai hukuman mati untuk memberikan efek jera dan memutus mata rantai peredaran. Ketegasan ini menunjukkan keseriusan Islam dalam memberantas kejahatan narkoba hingga ke akarnya.
Selain penindakan, negara wajib memberikan pendidikan Islam gratis dan komprehensif kepada seluruh lapisan masyarakat. Pendidikan ini bertujuan untuk membentuk kepribadian yang kokoh, berlandaskan iman dan takwa, sehingga individu secara sadar akan menjauhi narkoba dan segala bentuk maksiat.
Dengan pemahaman agama yang kuat, masyarakat akan memiliki benteng pertahanan diri dari godaan-godaan kejahatan. Secara keseluruhan, permasalahan narkoba di Indonesia adalah cerminan dari sistem yang tidak mampu menyeimbangkan antara kebebasan dan moralitas.
Ketika materi dijadikan sebagai tujuan utama dan nilai-nilai agama dikesampingkan, maka segala bentuk kejahatan, termasuk narkoba akan menemukan celah untuk berkembang. Karena itu, dibutuhkan sebuah perubahan yang asasiyah (mendasar) terkait dengan cara pandang dan sistem yang diterapkan. Dengan kembali kepada nilai-nilai agama dan menerapkan hukum yang tegas serta adil, diharapkan Indonesia dapat terbebas dari jerat narkoba dan mewujudkan masyarakat yang sehat, bermoral, dan sejahtera.wallahualam bissawab
