-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Generasi Muslim Dalam Cengkraman Hegemoni Digital

Tuesday, January 13, 2026 | January 13, 2026 WIB Last Updated 2026-01-14T06:25:55Z

Oleh : Siti Zaitun. 


Perubahan besar tengah berlangsung dalam kehidupan manusia, sejak pandemi Covid-19. Dunia mengalami percepatan digitalisasi hampir diseluruh aspek kehidupan. Saat ini ruang digital tidak hanya sekedar alat bantu, melainkan telah menjadi ruang utama pembentukan cara berpikir, nilai, dan sikap manusia. 

Kondisi ini paling kuat dirasakan oleh generasi muda, khususnya Generasi Z. 


Generasi Z adalah generasi yang lahir tahun 1990-an sampai awal 2010-an. Mereka tumbuh ketika internet, media sosial, dan teknologi digital telah menjadi bagian alami dari kehidupan sehari-hari. Karena itu, Generasi Z sering disebut digital natives, generasi yang cara belajar, berinteraksi, dan memaknai realitasnya sangat dipengaruhi oleh dunia digital. 


Generasi Z menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi. Mereka cepat merespon isu kemanusiaan, ketidakadilan, dan penindasan melalui media sosial dan aksi kolektif. Dalam satu dekade terakhir, berbagai perubahan sosial dan politik di banyak negara menunjukkan keterlibatan besar kalangan muda. 


Riset Asia Research Centre Universitas Indonesia ( ARC U I) bersama POLGOV UGM mencatat bahwa gelombang protes dan gerakan sosial di Indonesia pada 2024 -2025 banyak ditopang oleh pemuda, mahasiswa, dan pelajar. Mereka memanfaatkan media sosial sebagai ruang berbuat informasi, membangun kesadaran bersama, dan mengoordinasikan aksi didunia nyata. 


Fenomena serupa juga tampak secara global. Sejak Arab Spring 2011, gerakan solidaritas Palestina, hingga isu keadilan sosial kemanusiaan, pemuda menjadi kelompok paling aktif dalam menyebarkan narasi perubahan melalui platfrom seperti instagram, X, TikTok, dan YouTube. Dunia digital menjadikan sarana informasi penyebarannya sangat cepat, biaya komunikasi nyaris nol, dan jangkauan pesan melampaui batas negara. Fakta ini menunjukkan bahwa generasi muda hari ini memiliki posisi strategis sebagai penggerak perubahan di tengah masyarakat. 


Di satu sisi berbagai persoalan serius juga mengimpit mereka, seperti kecanduan gawai, pinjaman online, judi digital, perundugan siber, kekerasan seksual, hingga krisis kesehatan mental. Menurut Data Indonesia National Adolescent Mental Health Survey menunjukkan bahwa jutaan remaja Indonesia mengalami gangguan kesehatan mental dalam beberapa tahun terakhir. Realita ini menurut perhatian serius, sebab generasi muda adalah tumpuan harapan perubahan umat. 


Kondisi yang terjadi pada generasi hari ini tidak bisa dilepaskan dari tatanan global yang berlandaskan sekulerisme dan kapitalisme. Pasca pandemi, kapitalisme memang sempat terguncang, namun dengan cepat bangkit kembali melalui pemanfaatan teknologi digital. Kebangkitan ini melahirkan kapitalisme platform, yaitu sistem ekonomi yang menjadikan data, algoritma, dan perhatian manusia sebagai sumber keuntungan utama. 


Perusahaan teknologi raksasa bukan hanya menyediakan layanan, tetapi juga mengatur cara manusia bekerja, berbelanja, berinteraksi, bahkan berpikir. Platfrom digital akhir menjadi produsen budaya dan pembentukan kesadaran. Inilah yang disebut hegemoni digital, yaitu kekuasaan yang bekerja secara halus, tanpa paksaan, tetapi sangat efektif. 


Algoritma platfrom lebih mengutamakan konten hiburan, sensasi, dan gaya hidup konsumtif karena membuat penggunaan bertahan lebih lama di layar. Sementara itu, konten pemikiran mendalam termasuk pemikiran islam yang ideologis dan politis, sering kali dibatasi atau tidak diberi ruang. Generasi muda hari ini diasuh atau dibesarkan dalam arus nilai sekuler yang terus mengalir kedalam kesadaran mereka. 


Krisis Identitas Generasi Muslim Mayoritas platfrom digital lahir dari peradapan Barat yang menjadikan sekularisme sebagai fondasi kehidupan. Agama diposisikan sebatas urusan spiritual saja dan pribadi, sementara urusan publik politik, ekonomi, dan hukum dipisahkan dari wahyu Allah. Nilai ini tidak disampaikan secara frontal, tetapi ditanamkan secara perlahan melalui desain teknologi dan kebijakan platfrom. 


Bagi generasi Z Muslim, kondisi ini menjadi tantangan serius. Ketika Islam hanya hadir sebagai sumber motivasi atau nasihat akhlak, bukan sebagai sistem kehidupan, maka kepribadian Islam ( syakhshiyah islamiyah) akan lemah. Dampaknya generasi mudah bingung menghadapi persoalan hidup, cemas terhadap masa depan, dan gelisah ketika menghadapi kegagalan. Kondisi batin seperti ini, jika dibiarkan, dapat berkembang menjadi gangguan kesehatan mental. 


Persoalan generasi bukan semata persoalan moral individu saja melainkan persoalan sistemik yang lahir dari tatanan kehidupan sekuler. 


Salah satu ciri kuat Generasi Z adalah keberanian mereka bersuara dan bergerak. Media sosial memberi mereka sarana mobilisasi yang cepat, murah, dan masif. Solidaritas kemanusiaan, aksi mahasiswa, hingga gerakan sosial menujukan bahwa generasi ini memiliki potensi besar sebagai agen perubahan. 


Namun, aktivisme digital sangat dipengaruhi oleh narasi yang dominan diruang maya. Tanpa kesadaran politik Islam yang benar, semangat perubahan sering berhenti pada tuntutan perbaikan sistem demokrasi atau penguatan agenda liberal. Padahal, akar ketidakadilan, penjajahan, dan kerusakan moral justru bersumber dari sistem sekuler kapitalistik itu sendiri. 


Karena itu, aktivisme generasi muda memerlukan arah yang jelas agar tidak diserap atau dimanfaatkan oleh kepentingan ideologis lain. 


Dalam sudut pandang islam sebagaimana dijelaskan dalam literatur pemikiran politik islam, politik adalah ri'ayah syu'un al- ummah. Pengurusan urusan umat dengan hukum Allah. Kesadaran politik Islam mengajarkan umat untuk membaca realita global sebagai pertarungan ideologi dan kepentingan, bukan sekedar peristiwa netral. 


Pandangan ini menjelaskan bahwa problem generasi, hegemoni digital, dan dominasi kapitalisme tidak dapat diselesaikan dengan solusi parsial. Diperlukan institusi politik Islam yang menerapkan syariat secara kaffah dan memiliki kedaulatan untuk melindungi umat, yaitu khilafah. Wallahu a'lam bishawab.

×
Berita Terbaru Update