-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Demokrasi Palsu, Minyak Dijarah: Kapitalisme Amerika Menghancurkan Kedaulatan Venezuela

Friday, January 9, 2026 | January 09, 2026 WIB Last Updated 2026-01-10T05:54:18Z

Oleh: Mei Widiati, M.Pd. 


Amerika Serikat berbicara tentang “demokrasi” dan “penanggulangan narkoba” di Venezuela. Media internasional mengulang narasi ini, menampilkan Maduro sebagai diktator yang menindas rakyat. Tapi di balik retorika manis itu, tujuan sebenarnya jelas: mendapatkan kendali atas ladang minyak Venezuela, salah satu cadangan terbesar dunia. Pola ini klasik: kriminalisasi pemimpin, legitimasi serangan, eksploitasi sumber daya, dan rakyat? Selalu jadi korban.


Tidak ada yang baru di sini. Amerika menjalankan kapitalisme global: kekuasaan politik menjadi alat untuk mengamankan keuntungan korporasi. Kedaulatan negara dianggap barang dagangan. Demokrasi hanyalah topeng, sedangkan rakyat Venezuela menanggung inflasi, kelaparan, dan sanksi ekonomi.


Akar Masalah: Sekularisasi dan Kapitalisme Global


Fenomena ini berakar pada sekularisasi politik dan kapitalisme global. Sekularisasi menghapus moral dan hukum ilahi dari kebijakan negara. Negara kuat merasa sah mencampuri urusan negara lain demi kepentingannya sendiri. Kapitalisme global memprioritaskan keuntungan di atas nyawa rakyat. Demokrasi menjadi alat propaganda, bukan prinsip.


Allah menegaskan dalam Al-Qur’an:


وَإِذَا تَوَلَّىٰ سَعَىٰ فِي الْأَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْفَسَادَ


“Apabila ia berpaling, ia berjalan di bumi untuk membuat kerusakan, merusak tanam-tanaman dan keturunan. Allah tidak menyukai kerusakan.” (TQS. Al-Baqarah: 205)


Islam mengutuk perampokan kedaulatan dan eksploitasi ekonomi, sementara sekularisme justru membenarkan keduanya atas nama “politik pragmatis.”


Dampak Nyata: Rakyat Jadi Korban, Elit Mendulang Untung


Rakyat Venezuela menjadi korban nyata dari kapitalisme global: inflasi tinggi, kelaparan, kemiskinan, dan ketidakpastian. Kekayaan alam yang seharusnya menjadi sumber kesejahteraan rakyat justru dikuasai asing. Demokrasi? Hanya jargon. Kedaulatan negara? Hanya ilusi.


Solusi Islam: Menegakkan Keadilan dan Kedaulatan


Islam memberikan paradigma berbeda, menolak eksploitasi dan penindasan:


1. Kekuasaan adalah Amanah


Kekuasaan bukan untuk merampas atau menindas. Rasulullah ﷺ bersabda:


“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari & Muslim)


Pemimpin harus menegakkan keadilan, kesejahteraan rakyat, dan kedaulatan negara.


2. Larangan Eksploitasi dan Perampokan Sumber Daya


تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا


“Negeri akhirat itu Kami sediakan bagi orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di bumi.” (TQS. Al-Qashash: 83)


Eksploitasi atas nama demokrasi adalah kezaliman global, yang dilarang Islam.


3. Sumber Daya Alam untuk Kesejahteraan Rakyat


“Kaum Muslim berserikat dalam tiga perkara: air, padang rumput, dan api.” (HR. Abu Dawud)


Sumber daya alam adalah milik rakyat, bukan alat korporasi asing. Mengembalikan pengelolaan SDA kepada rakyat adalah bentuk keadilan ilahi.


Khatimah 


Kasus Venezuela membuktikan: demokrasi hanyalah topeng, kapitalisme adalah alat perampokan global, dan sekularisme membungkam moral. Rakyat menjadi korban, sementara elit global menumpuk kekayaan.


Islam menawarkan alternatif moral dan sistemik: kedaulatan negara, keadilan ekonomi, dan kesejahteraan rakyat harus dijunjung tinggi. Tanpa paradigma ini, dunia akan terus menyaksikan perampokan sumber daya, penindasan, dan propaganda demokrasi palsu.


إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ


“Sesungguhnya Allah memerintahkan keadilan dan kebaikan.” (TQS. An-Nahl: 90)


Wallaahu a'lam bish-showab

×
Berita Terbaru Update