Oleh. Mekar Sari
(Ibu Generasi)
Israel diyakini menggunakan senjata termal dan termobarik untuk membunuh ribuan warga di Jalur Gaza, Palestina. Senjata ini membuat jasad seolah menguap atau hilang tanpa jejak.
Dalam laporan investigasi Al Jazeera berjudul "The Rest of the Story", setidaknya ada 2.842 warga Palestina yang hilang sejak agresi dimulai pada Oktober 2023.
Ribuan warga ini disebut merupakan korban serangan bom termal dan termobarik, senjata yang dapat melenyapkan target tanpa meninggalkan jejak selain percikan darah atau potongan kecil tubuh. (cnnindonesia.com.14-02-2026).
Yasmin Mahani, seorang ibu yang tinggal di Gaza City, adalah satu dari ribuan warga Gaza yang menjadi saksi bagaimana manusia hilang tanpa jejak setelah serangan Israel.
Pada dini hari tanggal 10 Agustus 2024, Mahani menyusuri reruntuhan sekolah Al Tabin yang masih berasap usai digempur Israel. Ia mencari anak dan suaminya yang berada di lokasi ketika serangan terjadi. Mahani berhasil menemukan suaminya. Akan tetapi, tak ada jejak putranya, Saad.
"Kami tidak menemukan apa pun dari Saad. Bahkan tidak ada jenazah untuk dimakamkan," ucapnya kepada Al Jazeera, dalam 'The Rest of the Story'.
"Saya masuk ke masjid dan mendapati diri saya [hanya] menginjak daging dan darah," katanya.(detiknews.com, 13-02-2026)
Senjata Pemusnah Massal
Apa itu senjata termal dan termobarik?
Para ahli dan saksi mata mengaitkan fenomena ini dengan dampak dari penggunaan sistematis senjata termal dan termobarik. Senjata yang dilarang secara internasional ini mampu menghasilkan suhu lebih dari 3.500 derajat Celsius.
Senjata termobarik tidak hanya membunuh, tetapi juga melenyapkan materi. Tidak seperti bahan peledak konvensional, senjata ini menyebarkan gumpalan awan bahan bakar yang menciptakan bola api luar biasa besar dan efek vakum. Hal ini dijelaskan oleh Vasily Fatigarov Ahli militer Rusia.
"Untuk memperpanjang waktu pembakaran, bubuk aluminium, magnesium, dan titanium ditambahkan ke dalam campuran kimia. Ini meningkatkan suhu ledakan hingga antara 2.500 sampai 3.000 derajat Celsius," kata Fatigarov.(cnnindonesia.com, 14-02-2026)
Penggunaan senjata termobarik oleh Israel menunjukkan kebiadaban modern dan tak berperikemanusiaan. Semakin jelas bahwa yang dilakukan oleh Israel adalah genosida terhadap rakyat Palestina.
Gempuran dan serangan yang dilakukan Israel menyasar warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. Meski dunia tahu hal ini merupakan pelanggaran HA., tetapi tak ada satu pun yang mampu menghentikan kebrutalan dan kebiadaban Israel. Dunia tahu, Israel dibantu negara adidaya saat ini yaitu AS. Jadi, wajar saja jika Israel tak mudah tersentuh hukum internasional.
Hal ini membuktikan, bahwa hukum buatan manusia berstandar ganda. Berlaku hanya untuk kepentingan mereka, tetapi jika dipakai oleh umat Islam tidak bisa. Umat Islam khususnya Palestina, tentu saja tak bisa berharap pada dunia internasional.
Solusi: Hanya Jihad dan Khilafah
Kejahatan Israel tak bisa ditolerir dan diberikan solusi damai. Kerusakan yang dilakukan melampaui batas dan harus dihentikan dengan jihad oleh tentara kaum muslimin.
Memerangi Israel yang telah membantai kaum muslimin adalah wajib. Tidak boleh ada upaya untuk berdamai, mengalah, apalagi memberikan jalan bagi Israel untuk menguasai negeri-negeri kaum muslimin.
Hukum jihad harus dipahami dan diterapkan. Hal ini membutuhkan kesatuan kekuatan kaum muslimin seluruh dunia.
Allah Swt. berfirman di dalam surah Al-Baqarah ayat 190, "Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas."
Tegaknya kepemimpinan Islam sangat dibutuhkan untuk menyatukan kekuatan kaum muslimin seluruh dunia. Karena itu, perjuangan menegakkan sistem Islam dan kepemimpinan Islam sangat penting. Idealnya, negara berhadapan dengan negara lagi. Negara adidaya AS saat ini akan berhadapan dengan Khilafah suatu saat nanti atas izin Allah. Karena hanya dengan jihad dan Khilafah, Palestina akan bisa dibebaskan dan merdeka.
Khilafah menjamin setiap warga negaranya, agar darah tidak mudah tumpah dengan sia-sia. Dari al-Barra’ bin Azib radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ قَتْلِ مُؤْمِنٍ بِغَيْرِ حَقٍّ
“Hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah dibandingnya terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak.” (HR. Nasai 3987, Turmudzi 1455, dan dishahihkan al-Albani).
Wahai umat Islam, mari jemput janji Allah dan bisyarah (kabar gembira) Baginda Rasulullah saw. yaitu tegaknya Khilafah. Menjemput bukan berarti pasif atau diam. Menjemput berarti aktif, mengerahkan segala upaya yang bisa dilakukan agar Allah melihat perjuangan ini sudah dilakukan dengan segenap upaya yang kita mampu. Jangan pernah menyerah, teruslah berdakwah, kuatkan doa dan langkah. Hingga segera Allah wujudkan janji-Nya. Semoga usia kita sampai pada masa itu, tegaknya Khilafah. Allahua'lam Bishawab.

No comments:
Post a Comment