Oleh. Siti Rohmah, S. Ak
(Pemerhati Kebijakan Publik)
Bencana banjir yang terjadi akhir-akhir ini semoga bisa menjadi nasihat bagi kita agar selalu bisa selaras dengan alam. Indonesia seakan menjadi darurat banjir dan longsor, karena hampir di sejumlah daerah ketika musim hujan deras terjadi banjir.
Menurut data dari BNPB, selama periode 1-25 Januari 2026, telah terjadi 128 kejadian banjir dan 15 bencana tanah longsor di Indonesia. Korban longsor Cisarua sudah mencapai 70 orang meninggal, masih ada 10 orang dinyatakan hilang.
Di Kabupaten Pati, data penanganan mencatat, banjir melanda 59 desa di 15 kecamatan, yang berdampak pada 1 rumah rusak berat, dan 5 rumah rusak sedang. Selain itu, 15 titik talud dan akses jalan mengalami kerusakan, serta 1 fasilitas umum berupa musala terdampak. Sebanyak 15 kepala keluarga atau 46 jiwa sempat mengungsi di Balai Desa Doropayung.
Sementara itu, bencana longsor terjadi di 10 desa pada 3 kecamatan, dengan total sekitar 121 titik longsor. Dampaknya, 20 rumah terdampak, sekitar 80 kepala keluarga atau 264 orang terdampak langsung, dan 1 orang meninggal dunia. Jatengprov.go.id, (13-01-2026) .
*Akibat Kerusakan Alam*
Bencana banjir dan longsor yang terjadi di ratusan daerah dalam satu bulan ini menjadi peringatan keras bahwa kerusakan alam akibat ulah manusia makin banyak. Manusia mulai lalai menjaga alam ini, padahal jelas kita diciptakan untuk mengelola sekaligus untuk menjaga dan melestarikan alam dengan baik. Namun, banyak manusia yang rakus akan keuntungan sehingga tega merusak ekosistem. Penebangan hutan secara terus menerus, pencemaran sungai dengan limbah dan sampah. Serta pembangunan yang tidak mementingkan tata ruang resapan air.
Tanggung jawab pemerintah dalam tata kelola alam dan ruang hidup pun sangat buruk. Sekalipun pemerintah mengeluarkan regulasi terkait lingkungan namun tidak efektif dan di maksimal kan dengan baik. Yang ada pemerintah menjadi fasilitator untuk pengusaha demi mencari keuntungan. Hutan ditebang dengan semena-mena mana mungkin pemerintah terkait tidak tahu, padahal mereka bisa melarang bahkan bisa memberikan sanksi tegas bagi pelakunya.
Paradigma kapitalisme telah merusak sendi kehidupan dan menghanyutkan harapan rakyat akan kesejahteraan dan keamanan. Karena sistem saat ini pemerintah berpihak pada kepentingan politik, kelompok yang diuntungkan adalah para investor. Tidak akan peduli ketika proyek-proyek yang dibangun akan berdampak bencana bagi rakyat. Maka, tak heran banjir dan longsor akan terus terulang.
*Islam Menjaga Alam*
Pada hakikatnya sungai, bukit, lembah, hutan, tambang, dan seluruh sumber daya alam yang Allah ciptakan untuk kemanfaatan hidup, bukan mendatangkan kerusakan. Allah ciptakan alam ini untuk memenuhi kebutuhan manusia. Maka daulah akan memaksimalkan fungsi hutan, pantai, dan sungai sekaligus tambang dengan baik dan benar.
Manusia yang ditunjuk sebagai khalifah fil ardh mempunyai tanggung jawab dalam mengelola alam sesuai panduan syariat. Manusia dilarang merusak lingkungan hidup sekitar. Karena ketika ekosistem terganggu maka tidak akan seimbang antara satu dan lainnya. Daulah tidak hanya memikirkan kesejahteraan manusia tapi juga hewan dan tumbuhan.
Kebijakan pengelolaan alam yang melanggar syariat pasti akan mendatangkan bencana.
Kebijakan pengelolaan alam dan ruang hidup yang bersandar pada paradigma kapitalisme sekuler harus dirubah dengan paradigma syariat Islam. Sehingga ketika akan melakukan pembangunan infrastruktur, perumahan, perkantoran dan pusat perbelanjaan akan teliti terlebih dahulu oleh para ahlinya agar tidak merusak lingkungan.
Karena dalam Islam, pembangunan dan tata kelola ruang selalu memperhatikan dampak lingkungan. Pembangunan dilaksanakan bukan atas dasar keuntungan semata, melainkan demi kemaslahatan umat jangka panjang. Bahkan, meski ditinjau dari segi kemanfaatannya, jika mengancam tata ruang lingkungan dan kehidupan, maka dalam Islam tidak diperbolehkan, dan proyek pembangunan tidak akan dilanjutkan. Dari segi aturan Khalifah tentu akan tegas dalam memberikan sanksi terhadap orang atau pelaku yang melanggar aturan, seperti para penebang hutan ilegal dan sebagainya. Begitulah Islam menjaga alam ini, maka hanya dengan kembali menerapkan sistem Islam bumi ini akan terkelola dengan semestinya. Waallahu a'alam bisshowab.

No comments:
Post a Comment