-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ancaman Kepentingan Kapitalistik di Balik Board of Peace Palestina

Sunday, February 8, 2026 | February 08, 2026 WIB Last Updated 2026-02-09T06:22:57Z

Oleh Zulfi Nindyatami, S.Pd.


Gaza kembali diguncang serangan dari Zionis Yahudi di tengah gencatan senjata. Pengeboman dilakukan di tengah-tengah para pengungsi. Lagi dan lagi pelanggaran aturan Internasional dilanggar oleh Zionis Yahudi. Sudah terlihat dengan jelas kebusukan para Zionis Yahudi yang terus menerus melalukan genosida terhadap warga Palestina. Namun, di tengah-tengah gempuran, dunia seakan tutup telinga. Pasalnya, saat ini mulai kembali rencana baru yang disusun oleh para pemimpin dunia bahkan Indonesia pun ikut bergabung. Digadang-gadang rencana tersebut mengusung wilayah Gaza di masa depan. Di samping itu, para pemimpin Eropa justru menolak rencana yang diusung oleh Presiden Amerika Serikat (AS). Belum ada kepastian rencana selanjutnya untuk memerdekakan Palestina. 


Pengusiran warga Palestina pun sedang direncanakan demi mendapati tanah kaum Muslim. Pergusuran dan pengusiran ini disinyalir akan melewati pembangunan besar-besaran atas dasar kepentingan tertentu. Fakta yang dikemukakan oleh perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu yang terang-terangan ingin menghancurkan Gaza dan membersihkan etnis warga Palestina. Hal ini, sudah menjadi perbincangan intensif bersama Presiden Amerika, Donald Trump. Adapun, pembahasan bukan hanya soal masa depan Palestina, tetapi juga arah kawasan Timur Tengah secara keseluruhan. Kerjasama tersebut sudah diketahui dunia. Namun, tidak terlihat adanya penolakan keras yang dilakukan oleh negara-negara, terutama negara di Timur Tengah (www.spiritofaqsa.or.id, 07/02/2026). 


Setelah pengusiran paksa dengan melakukan genosida besar-besaran, rencana Zionis Yahudi selanjutnya ialah adanya pembangunan New Gaza. Proyek ini dikepalai oleh AS. Presentasi proyek ini disampaikan selama seremoni penandatanganan “Dewan Perdamaian” yang digagas Presiden AS, Donald Trump, di sela kegiatan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Peta yang ditampilkan pemerintah AS juga menunjukkan rencana pengembangan kawasan perumahan, pertanian, dan industri baru secara bertahap, untuk populasi yang mereka targetkan sekitar 2,1 juta orang. Hal ini, justru tidak ada ruang untuk pemerintahan Palestina dalam proyek tersebut. Artinya, sudah jelas bahwa genosida direncanakan secara tersistem dan masif untuk tujuan pihak tertentu dalam menguasai Gaza. Sungguh ironisnya apabila sepakat dan setuju dengan perencanaan pembangunan tersebut (www.bbc.com, 07/02/2026). 


Kamis, 22 Januari 2026 dibentuknya Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace) di Davos, Swiss. Penggagas dewan ini ialah Presiden AS, Donald Trump. Terkumpul adanya 21 negara yang bersedia bergabung dan menandatangani dokumen keikutsertaan negara sebagai anggota. Tidak terkecuali, Presiden Indonesia, Prabowo yang langsung menandatangani dokumen tersebut. Pasalnya, ia percaya dan yakin atas pembentukan dewan ini sebagai upaya meredakan perang dan sebagai cita-cita Indonesia mendamaikan dunia. Menteri luar negeri, Sugiono menuturkan bahwa sejumlah negara sepakat untuk bergabung, antara lain Arab Saudi, Persatuan Emirat Arab, Qatar, Yordania, Turkiye, Pakistan, hingga Mesir. Namun, tidak sedikit negara-negara di Eropa justru menolak untuk bergabung. Alasannya, karena AS sudah ada di balik perang Gaza. Apabila mendukung dewan tersebut akan menjadi masalah besar, bahkan berseberangan dengan perdamaian dunia (www.tempo.co, 07/02/2026). 


Melihat fakta-fakta tersebut sangat jelas bahwa AS dan Israel berambisi untuk menguasai Gaza dan menghilangkan jejak genosida dengan membangun New Gaza. Ambisi yang kuat hingga mengajak negara-negara di sekitar Palestina untuk bergabung dalam proyek besar tersebut. Padahal, pemerintahan Palestina pun tidak punya andil dalam proyek tersebut. Ini sebuah tanda tanya besar, yang pastinya semua orang mengetahui kelicikan dan kejamnya proyek tersebut. 


Di samping itu, untuk memperkuat posisi kendali politik internasional AS membentuk Dewan Perdamaian Gaza (DPG) dengan merangkul negeri-negeri muslim. Sudah jelas bahwa kumpulan para petinggi yang bersedia untuk bergabung justru negara yang mayoritas muslim penduduknya. Mereka percaya dengan proyek yang digagas AS tersebut akan memberikan ruang yang lebih baik untuk Gaza di masa depan. Adapun, kepercayaan tersebut untuk merealisasikan perdamaian dunia. Sejatinya, negara yang mayoritas muslim termasuk Indonesia sudah mengetahui penderitaan rakyat Gaza. Justru DGP ini dalam kacamata awal sudah dikepalai oleh dalang genosida. Artinya, tidak ada yang dimaksud perdamaian Gaza tanpa tujuan yang menguntungkan para pelopor DPG. 


Inilah dunia kapitalisme sekulerisme yang kejam. Mereka berambisi untuk mengambil apa yang mereka inginkan tanpa melihat dampaknya. AS dengan terang-terangan memfasilitasi genosida, tetapi terang-terangan pula dalam membangunnya. Bahkan, pembangunan New Gaza tersebut digadang-gadang jadi tempatnya para investor untuk membangun Gaza yang mewah. Pembangunan ini apakah untuk rakyat Gaza atau kah memang sudah direncanakan untuk tempat berinvestasi melakukan bisnis besar dalam kapasitas internasional. Inilah menjadi tanda tanya dan permasalahan besar yang justru akan mengalihkan posisi Gaza sebagai negeri muslim tanah kaum muslim. Artinya akan dikendalikan dan dikuasai total oleh para petinggi yang menyetujui DPG bahkan yang utama akan disetir oleh AS sepenuhnya demi meraup keuntungan semata. Apabila ditelusuri, justru adanya "New Gaza" ini sebagai bentuk penjajahan baru yang diselimuti oleh segala kenyamanan dan kemodernisasian. Inilah wajah kapitalis sekuleris yang sangat jauh dari rasa keadilan dan kesejahteraan. 


Pada fakta sejarahnya wilayah Gaza dan Palestina sejatinya tanah milik umat Islam yang dirampas oleh Israel. Tanah Palestina adalah tanah yang ditaklukan oleh kaum muslimin saat _kekhilafahan rosyidah_ saat dipimpin oleh amirul mukminin Umar bin Khattab ra. Maka status tanah Palestina adalah tanah _kharajiyyah_ yaitu tanah milik kaum muslimin yang diperoleh melalui proses jihad dan penaklukan. Hanya saja, sejak kekhilafahan Utsmaniyah runtuh dengan sifatnya sebagai Daulah Islam akibat makar yang dilakukan kafir penjajah, tanah Palestina sebagai tanah _kharajiyah_ berada dalam kekuasaan Zionis Yahudi akibat dari serangkaian makar politik yang dilakukan oleh para Zionis yang dibekingi oleh Inggris dan Amerika Serikat. Namun, Palestina sebagai tanah _kharajiyah_ akan tetap melekat hingga hari kiamat. 


Allah SWT melarang umat Islam untuk tunduk patuh dan memberikan loyalitas pada negara kafir. Tidak boleh seorang muslim untuk tunduk pada kebijakan yang dibuat oleh orang kafir. Apalagi bergabung mendukung dan menjadi bagian dari mereka. Loyalitas tersebut tidak akan memberikan keuntungan apa pun, justru umat muslim akan dirugikan baik secara materi maupun mental. Dukungan yang dilakukan pada DPG justru harus ditelaah terlebih dahulu secara mendalam. Tidak langsung tergabung dengan para kafir penjajah di dalamnya. 


Umat dan penguasa wajib melawan semua makar AS dan Israel untuk menguasai Gaza. Perlawanan ini dapat dilakukan secara tegas dengan diplomat yang kuat. Rencana pembangunan "Gaza Baru" justru bukan dibangun dari luar oleh orang lain bahkan oleh kafir penjajah Gaza itu sendiri. Namun, seharusnya oleh seluruh umat muslim.  Seorang muslim wajib untuk meninggalkan segala aktivitas yang berhubungan dengan keuntungan bagi orang-orang kafir penjajah. Walaupun, pada dasarnya perlawanan akan sulit, tetapi jika umat muslim bersatu melawan para kafir penjajah, maka akan mudah untuk memusnahkan mereka. Namun, harus ada yang  mengomandoi, yakni tidak lain ialah dari seorang khalifah untuk berjihad melawan kafir penjajah.


Maka, menegakkan Khilafah dan jihad untuk membebaskan Palestina wajib menjadi prioritas perjuangan umat bersama partai politik Islam ideologis. Saat ini, belum tampak adanya tanda-tanda dekat pada bangkitnya umat muslim. Namun, ini jadi dorongan dan motivasi kaum muslim berjuang menegakkan kembali sistem Islam di dunia.  Dengan demikian, wajib kita untuk menyuarakan kebenaran Islam dan memberikan pengertian pentingnya menyelamatkan kaum muslim dari jajahan orang-orang kafir. 


_Wallahu a’lam bishshowwab_

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update